Tuesday, July 30, 2013

Cara Mengajari Anak Ibadah Puasa

Infoting.info, Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda dan unik sehingga sebagai orang tua kita harus cerdas dalam menyiasati perkembangan tersebut. Pergaulan dan kebiasaan kita sehari hari akan direkam dan ditirunya, inilah masa pendidikan anak yang mendasar untuk mengajarinya ibadah puasa ramadhan dan ibadah sunah lainnya terkait ramadhan. Buatlah suasana puasa yang menarik dan indah, sehingga akan menjadi kenangan  yang tak terlupakan sepanjang masa. Saat paling indah dalam puasa adalah mempersiapkan menu buka puasa, kemudian buka puasa bareng ibu dan ayah, untuk itu libatkan dia dalam tahapan ini.





Di Usia 3-5 tahun anak akan mulai banyak bertanya tentang puasa, tujuan puasa, dan hal lain tentang puasa. Sebagai orang tua kita tidak boleh bosan untuk terus memberi pengertian dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontakan si anak. Biasanya saat sahur anak akan terbangun karena suara gaduh bunda di dapur, bila benar terbangun ajak anak makan sahur ringan, seperti Nasi + Sosis atau Sayur kesukaannya, Susu satu gelas, setelah itu beri pengertian bila selama puasa seharian tidak boleh minta susu, permen atau jajan.


Sebagai contoh, berikut ini kutipan Infoting dari Ayah Bunda tentang tahapan memperkenalkan Anak dengan puasa Ramadhan :
  1. Untuk tahap pertama, Anda bisa mengajarkan balita berpuasa 3 - 4 jam. Lalu ketika Anda merasa balita cukup kuat berpuasa hingga pukul 10.00, perpanjang secara bertahap hingga pukul 12.00. Lakukan ini di tahun pertama puasanya atau diminggu pertama puasanya di tahun ini. 
  2. Di tahun kedua atau ditahapan minggu kedua Anda bisa mencoba mengajarkan balita berpuasa sehari penuh. Ini pun harus dilakukan perlahan. Jika di tengah hari, ia tampak rewel dan tidak kuat, Anda bisa memberikannya makanan kecil, kemudian puasa bisa dilanjutkan kembali sampai sore. Lama-kelamaan balita akan lebih kuat dan akhirnya bisa berpuasa sehari penuh.  
  3. Hargai usahanya. Seringkali balita mengatakan ia ingin berpuasa sehari penuh, tapi ternyata ia makan di siang hari. Jangan patahkan semangatnya dan mengejek 'kekalahannya'. Tetap hargai usahanya untuk berpuasa, sambil terus dibimbing untuk melakukan puasa yang benar. 
  4. Penghargaaan. Jika perlu, Anda bisa memberikannya 'hadiah' menu buka puasa favorit balita jika ia mampu berpuasa sesuai target. Hal ini bisa memacu semangatnya untuk berpuasa. Seiring berjalannya usia, Anda bisa menanamkan makna dan tujuan puasa yang sesungguhnya pada balita. Hal penting yang juga harus dilakukan orang tua adalah memberi contoh.
  5. Berikan Teladan terbaik. Hindari menunjukkan 'penderitaan' dan rasa lemas Anda ketika berpuasa. Sebaliknya, tunjukkan bahwa puasa itu menyenangkan dan tidak mengeluh. Tetap jalani aktivitas Anda seperti biasa, agar balita juga termotivasi untuk tidak bermalas-malasan dan tetap semangat ketika berpuasa. 
  6. Pantau  Kebugaran dan Kesehatannya. Terutama jika ini adalah tahun pertama atau tahun kedua balita berpuasa, pantau terus kesehatannya. Kondisi fisik tiap anak berbeda-beda. Walaupun mungkin anak-anak lain seusianya sudah kuat berpuasa sehari penuh, belum tentu itu berlaku pada anak lainnya. Jika balita tampak sakit atau tidak kuat, jangan paksakan. Biarkan ia makan cukup, dan apabila ia kuat untuk melanjutkan puasa, perbolehkan ia puasa, jika tidak, tak perlu paksakan.
Saat berbuka puasa tiba, sesekali ajak anak anak untuk buka puasa bersama di masjid atau sekolah yang biasanya disebut dengan pondok ramadhan, ini merupakan bentuk pelatihan agar anak merasakan indahnya kebersamaan dan berbagi dengan sesama. Kemudian di malam harinya ajak juga anak untuk mengikuti Shalat Tarawih, mendengarkan ceramah meskipun terkadang anak sampai ketiduran karena mengantuk. Bila anak mampu terjaga cukup lama, ajak juga anak untuk mengamalkan tadarus dengan mengaji apa yang dia bisa meskipun baru bisa A Ba Ta Sa Ja.

Itulah beberapa tahapan Cara Mengajari Anak Ibadah Puasa dan beberapa amalan sunah lainnya terkait bulan Ramadhan, Jawab setiap pertanyaan anak tentang puasa, tarawih, tadarus, buka puasa dan sahur dengan bijaksana dan penuh kesabaran, tunjukkanlah rasa kasih sayang yang tulus, agar anak memiliki pengalaman yang menarik di awal awal perkenalannya tentang puasa.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...