Showing posts with label Info Tani. Show all posts
Showing posts with label Info Tani. Show all posts

Wednesday, December 17, 2014

Cara Membuat Mawar Putih Menjadi Mawar Pelangi

Hello girls... anda tentu akan tersanjung bila mendapatkan setangkai bunga mawar bukan? bunga mawar memiliki arti yang luar biasa, selain baunya yang harum bunga ini menjadi bunga primadona untuk sebuah penghargaan atau perayaan hari tertentu. Bunga Mawar Pelangi atau Rainbow Rose, apakah anda pernah mendapatkannya? atau anda ingin mempersembahkan untuk yang terpilih... 

Taukah anda bahwa bunga mawar putih sebenarnya dapat dijadikan bunga pelangi, dari bunga berwarna putih bisa menjadi merah, kuning, biru atau ungu, semua terserah anda. semua hasilnya akan tampak alami. masih nggak percaya? lihat tips berikut ini...

Cara Membuat Mawar Putih Menjadi Mawar Pelangi

Mawar pelangi ini, bunganya berwarna putih. Bukan seperti pelangi (seperti dalam foto). Untuk menjadikan mawar menjadi berwarna-warni, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Potong 1 tangkai mawar
2. Belah ujung pangkal batang mawar menjadi 4
3. Siapkan 4 gelas berisi air yang telah dicampur pewarna makanan. Usahakan menggunakan 4 warna yang kontras
4. Masukkan setiap belahan batang mawar ke gelas yg berbeda.
5. Tunggu selama 1 malam, dan anda akan melihat setangkai mawar yang berwarna warni sesuai dengan keinginan anda.

sekarang anda sudah mengetahui rahasia dari mawar pelangi... silahkan lihat tutorial videonya di youtube dengan mengetikkan search code "how to make rainbow rose"

Saturday, September 28, 2013

Khasiat dan Kegunaan Minyak, Tasbih Kayu Gaharu

Kayu Gaharu merupakan jenis tanaman hutan yang harum baunya dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, cacahan kayu gaharu yang belum di olah biasanya per kg sekitar 47 ribu. Pohon kayu gaharu pada awal mulanya adalah tumbuhan alami yang tumbuh liar di hutan belantara di Indonesia mulai Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Secara alami kayu gaharu yang terinfeksi akan menghasilkan Galih yang berwarna hitam serta memiliki kadar minyak astiri yang sangat tinggi. Semakin pekat hitamnya kayu ini akan semakin mahal yang disebut sebagai Grade A. Kayu Gaharu yang hampir punah di hutan belantara akhirnya kini dapat di budidayakan, kemudian dibuat terinfeksi buatan.

Kegunaan Kayu Gaharu, dapat digunakan sebagai bahan baku industri parfum, obat-obatan, kosmetika, dupa, dan pengawet berbagai jenis asesoris serta untuk keperluan kegiatan keagamaan, gaharu sudah lama diakrabi bagi pemeluk agama Budha, dan Hindu.

Khasiat Kayu Gaharu :
Dalam bidang kesehatan dan kecantikan Kayu gaharu memiliki khasiat untuk : anti asmatik, anti mikroba, stimulant kerja syaraf dan pencernaan ,obat sakit perut, perangsang nafsu birahi, penghilang rasa sakit, kanker, diare, tersedak, tumor paru-paru, obat tumor usus, penghilang stress, gangguan ginjal, asma, hepatitis, sirosis, dan untuk kosmetik (perawatan wajah dan menghaluskan kulit)

Itulah Khasiat dan kegunaan kayu gaharu yang begitu banyak, selain itu Kayu Gaharu yang telah dibuat menjadi Tasbih dapat berfungsi untuk membuat pengguna merasa tenang sehingga akan lebih mudah khusuk dalam beribadah.

Harga dan Deskripsi Benih Padi IR-64

Padi IR-64 merupakan jenis padi yang sudah lama populer dikalangan petani Indonesia, benih padi jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh balai benih sejak tahun 1986, karena memiliki hasil produksi yang tinggi serta menghasilkan beras yang baik maka IR-64 hingga kini masih begitu dikenal dan ditanam oleh Petani di Indonesia. Selain berkualitas bagus, IR64 juga memiliki daya tahan terhadap serangan hama wereng sehingga ini menjadi andalan petani karena wereng merupakan hama yang sangat menakutkan bagi petani.


Padi IR-64 sangat cocok bila ditanam di daerah dataran rendah dan sedang dengan jumlah air yang cukup, agar lebih memahami jenis padi IR-64, berikut ini Infoting ingin berbagi Deskripsinya.

Deskripsi Beni Padi IR-64

Harga rata-rata per pack 5kg : Rp. 60.000,-

DESKRIPSI BENIH PADI UNGGUL VARIETAS IR-64

1.      Nomor seleksi                         : IR183348-36-3-3

2.      Asal                                         : Persilangan IR

3.      Umur Tanaman                       : 115 hari

4.      Golongan                                : Cere, kadang kadang berbulu

5.      Tinggi tanaman                       : 85 cm

6.      Bentuk tanaman                      : Tegak

7.      Anakan Produktif                   : Banyak

8.      Warna kaki daun                     : Hijau

9.      Warna batang                          : Hijau

10.  Warna telinga daun                 : Tidak berwarna

11.  Warna lidah daun                    : Tidak berwarna

12.  Warna helai daun                    : Hijau

13.  Muka daun                              : Hijau,Kasar

14.  Posisi daun                              : Tegak

15.  Daun bendera                          : Tegak

16.  Bentuk gabah                          : Ramping,panjang

17.  Warna gabah                           : Kuning bersih

18.  Tipe malai                                :

19.  Leher malai                             :

20.  Kerontokan                             : Tahan

21.  Kerebahan                               : Tahan

22.  Tekstur nasi                             : Rasa Enak

23.  Kadar amilosa                         : 24.1 %

24.  Bobot 1.000 butir                    : 27 g

25.  Rata-rata hasil                         : -

26.  Potensi hasil                            : 5.0 tn/ha GKG

27.  Ketahanan terhadap hama      : Tahan wereng coklat biotipe  1,2 dan wereng hijau

28.  Ketahanan terhadap penyakit : Tahan virus kerdil rumput, agak rahan hawar daun bakteri

29.  Anjuran tanam                                    : Baik ditanam di lahan sawah dataran rendah di jawa timur

30.  Intansi pengusul                      :

31.  Pemula/peneliti/teknisi            :

32.  Tahun dilepas                          : 1986


Untuk hasil terbaik dalam penanaman Padi IR-64 sebaiknya menggunakan metode penanaman terbaik, gunakan juga pupuk organik agar menghasilkan bulir padi yang berkualitas tinggi.

Karakteristik/Spesifikasi Pohon Jabon

Info Tani kali ini ingin berbagi karakteristik pohon jabon yang sangat mudah untuk kita tanam di pegunungan sebagai peneduh juga sebagai pohon yang bernilai ekonomis karena dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan kayu, baik itu mebel, peti kemas maupun industri kertas. Infoting menyukai tanaman Jabon ini karena juga dapat menyejukkan udara dikala cuaca panas.

Harga bibit pohon jabon dalam polibag rata rata Rp. 7.000,-

Karakteristik/Spesifikasi Pohon Jabon

Jabon adalah sebuah tanaman pohon yang kayunya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti perabotan rumah tangga, pembuatan peti, bahan dasar kertas dan lain sebagainya. Pohon jabon tergolong tanaman yang cepat tumbuh. Masa panen pohon jabon berkisar antara 3 – 5 tahun dengan pertumbuhan rata-rata 5 – 10 cm pertahun. Untuk lebih jelasnya silahkan baca informasi tentang kayu jabon dibawah ini.

Jabon ialah tumbuhan Kayu Keras yang sangat cepat tumbuh. Kayu Jabon adalah jenis pohonan / tanaman termasuk dalam keluarga Rubiaceae dan tumbuh baik diketinggian 0 sampai 1000 meter diatas permukaan laut, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab yang pada umumnya terdapat di sepanjang sungai yang beraerasi baik.

Pohon Jabon jenis pohon cahaya atau light-demander yakni pohon yang cepat tumbuh. Kira-kira pada umur 3 tahun ketingginya bisa mencapai 9 meter dan memiliki diameter 11 cm.

Pada usia 5-6 tahun lingkar batang kayu pohon jabon dapat mencapai 40 sampai dengan 50 cm dengan diameter Pertumbuhan antara 5 sampai dengan 10 cm pertahun.

Di alam bebas ketinggian pohon Jabon dapat mencapai tinggi 45 meter dan memiliki diameter lebih dari 100 cm. Bentuk tajuk seperti payung dengan sistem percabangan melingkar. Daun pohon jabon tidak lebat dan memiliki batang pohon yang lurus silindris dan tidak berbanir dengan level kelurusan yang sangat baik.

Batangnya bebas bercabang bisa sampai 60% dan cabang akan rontok sendiri / self purning. Warna kayu pohon jabon krem keputih-putihan / kuning terang dan ada juga yang sampai sawo kemerah merahan.  Kayu pohon jabon mudah untuk dikeringkan dan mudah dipaku dan di lem, susutnya cukup rendah.

Pohon jabon bisa dimanfaatkan oleh industri Furniture, Plywood atau kayu Lapis, Korek Api, untuk alas sepatu, membuat papan, membuat peti, dijadikan bahan dasar kertas kelas sedang (investasi jabon).

Pohon jabon usia 5 tahun sudah dapat di panen karenanya usaha investasi kayu pohon jabon tergolong usaha investasi yang sangat menguntungkan dan menjanjikan bagi anda yang gemar berinvestasi.

Itulah Karakteristik dan kegunaan pohon Jabon yang begitu mudah untuk ditanam juga memiliki nilai ekonomis selain fungsinya sebagai peneduh dipinggir jalan atau paru paru bumi. Bukankah global warming mengancam bumi, untuk itu menggalakkan penghijauan dengan tanaman pohon jabon sangatlah penting.

Monday, August 19, 2013

Cara Membuat MOL bonggol Pisang dan Fungsinya sebagai POC

Tumbuhan pisang memiliki nilai manfaat  dari pucuk sampai ke bonggolnya, hal ini tentu berlaku bagi anda yang kreatif. Meskipun sekilas mari kita urutkan, Daun pisang biasa dipakai untuk bungkus makanan, Ontong Pisang biasa di masak sebagai sayuran, Pisang muda biasa dipakai untuk campuran Rujak Cingur, Pisang matang sudah pasti lezat untuk dimakan. Pelepah dan batang pisang bisa dijadikan makanan sapi, selain itu juga bisa dijadikan kompos. Bonggol pisang bisa di proses menjadi MOL yang fungsinya sama dengan POC - pupuk organik cair.

Lalu bagaimana cara membuat MOL bonggol pisang? berikut ini kami mencoba berbagi tips Cara membuat mol bonggol pisang berdasarkan referensi dari internet dan dari berbagai litelatur bahan bacaan pertanian organik.


Mikro organisme lokal atau MOL Bonggol pisang ini mengandung Phospat yang berfungsi untuk membantu merangsang anakan dan memperkuat batang. tanaman padi. Adapun cara pembuatannya sebagai berikut :

Bahan :
  • Bonggol pisang : 5 kg
  • Gula merah : ¼ kg
  • Air cucian beras : 10 liter
Cara pembuatan
  1. Semua bahan ditumbuk hingga halus
  2. Siapkan air cucian beras
  3. Masukan hasil tumbukan bonggol pisang dan gula merah kedalam larutan air cucian beras
  4. Aduk hingga merata dan simpan 15- 30 hari atau semakin lama semakin bagus

Cara penggunaan
  1. Setelah disimpan sekurang-kurangnya15 hari, sebelum digunakan MOL gedebok pisang disaring menggunakan kain kasa
  2. Dosis yang dipakai untuk mol papaya adalah 2 liter/tangki ukuran 14 liter
  3. MOL gedebok pisang diberikan pada tanaman padi berumur 15 HST dengan interval pemberian 2-3 kali perminggu
  4. Waktu penyemprotan pada jam 06.00 – 08.30

Itulah cara membuat dan fungsi Mol bonggol pisang sebagai POC kepada kawan tani sekalian, semoga bermanfaat dan rekan rekan silahkan untuk improvisasi agar mendapatkan manfaat yang lebih baik. Baca juga artikel kami tentang MOL Keong Mas.

Saturday, July 20, 2013

Cara Menyambung Bibit Tanaman Mangga

Mangga merupakan jenis buah buahan yang banyak dikonsumsi masyarakat kita karena buah segar itu kaya akan vitamin nabati dan kalori yang tinggi. Buah mangga dapat dinikmati langsung setelah dikupas maupun dibuat Juice Mangga terlebih dahulu. Tanaman ini berbuah sekali dalam setahun kecuali mangga Manalagi yang bisa berbuah 2x setahun bila kondisi cuaca dan lingkungan memungkinkan. Lalu, tahukah anda bagaimana menanam mangga supaya dapat berbuah lebih cepat dari usia setelah tanam? Jawabnya adalah di okulasi atau di sambung.

Infoting - Info Tani kali ini ingin berbagi Cara menyambung bibit tanaman mangga agar cepat berbuah, dan bibit tersebut dapat menghasilkan buah sesuai dengan yang kita  inginkan buahnya.





Misalkan dikebun/dihalaman rumah anda tumbuh bibit mangga dari biji yang tidak tahu itu mangga jenis apa dan anda ingin menjadikan bibit mangga itu kelak berbuah mangga Harum Manis, maka solusi untuk keinginan tersebut adalah menyambung bibit tanaman mangga itu dengan pucuk batang mangga Harum Manis yang pernah berbuah.


Keuntungan melakukan okulasi, penyambungan dan cangkok bibit mangga itu adalah, tanaman mangga akan lebih cepat berbuah dibandingkan tanaman mangga yang berasal dari biji tanpa dilakukan penyambungan atau okulasi. Menggunakan bibit dari hasil pembibitan generatif (biji) akan lebih menguntungkan karena batang bawah memiliki akar tunggang yang kaut dibandingkan pembibibitan dengan pencangkokan.

Batang bawah yang bisa dijadikan sebagai bibit tanaman mangga yang akan di sambung adalah bibit yang telah berusia sekitar 1 tahun, dengan diametet batang sebesar jari telunjuk atau sekitar 1cm. Bila anda telah memiliki satu atau beberapa calon bibit tanaman itu, selanjutnya anda tinggal mencari calon batang atas yang berasal dari pucuk pohon mangga yang sudah pernah berbuah yang kualitas buahnya dapat dibanggakan (kita harapkan).

Berikut ini adalah cara menyambung bibit tanaman mangga maupun tanaman lainnya secara umum :
  • Pilih batang bawah yang diameter disesuaikan dengan besarnya batang atas, Batang atas adalah pucuk dari pohon mangga yang sudah pernah berbuah, dan kualitasnya dijamin baik. Pastikan pula calon batang atas itu sehat.
  • Batang bawah dipotong setinggi 20-25 cm di atas permukaan tanah.
  • Batang bawah kemudian dibelah membujur sedalam 2-2,5 cm
  • Batang atas sepanjang 10-12.5 cm, kedua pangkal entres disayat sepanjang 2-2.5 cm hingga menyerupai huruf “ V “.
  • Batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah. Perhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah.
  • Pengikatan dengan tali plastik, dari bawah keatas
  • Sungkup dengan kantong plastik bening/ plastik es.
  • Tanaman sambungan kemudian ditempatkan di bawah naungan agar terlindung dari panasnya sinar matahari.
  • Setelah sambungan umur 2-3 minggu, biasanya sambungan bertunas dan sungkup plastiknya dibuka.
  • Biarkan ikatan sambungan tetap terikat sampai batang atas benar benar tersambung dengan kuat ditandai dengan tumbuhnya beberapa helai daun dengan subur.
  • Setelah bibit tampak tumbuh subur dan sambungan telah menunjukkan sambungan yang kuat, bibit sudah bisa dipindahkan ke lahan penanaman atau kebun.
Selamat berkebun...

Teknik Bercocok tanam Bunga Tulip

Bunga Tulip merupakan salah satu bunga terindah di dunia, bentuk dan warnanya yang indah menjadikan bunga ini memiliki nilai yang tinggi dan menjadi bunga nasional di beberapa negara. Bunga Tulip merupakan bunga yang termasuk bagian dari keluaga liliaceae. bunga tulip ini berasal dari kawasan asia tengah yang tumbuh liar di kawasan pegunungan stepa Kazakhstan, yang kini mulai di budidayakan disana.

Dari morfologinya Bunga tulip ini ialah jenis tanaman berumbi. dengan ukuran tinggi nya dapat mencapai 10 sampai 60 cm, daun bunga tulip ini berlilin dan membentuk sempit memanjang keatas dan berwarna hijau bernuansa kebiru – biruan dan memiliki daun bunga nya pun sekitar 6-7 helai. bunga tulip juga banyak yang dipersilangkan dan dapat menghasilkan bunga tulip dengan bermacam – macam warna tunggal , seperti merah, biru, kuning, hijau, ungu dan juga berwarna yang berkombinasi yang sangat cantik jika kita jadikan khiasan untuk taman kecil di belakang rumah kita.

Teknik Penanaman

Bunga tulip ini sangat tidak cocok hidup di alam terbuka di kawasan yang beriklim tropis karena bunga jenis ini untuk dapat berkembang harus di kawasan yang memiliki suhu yang sejuk dan dingin . namun bunga tulip dapat di paksa kan pertumbuhan nya lebih cepat dari biasa nya kalau bunga ini di tempatkan yang suhu nya dapat di atur menjadi lebih tinggi atau rendah, seperti penanaman yang ditempatkan di dalam green house.

Bunga jenis ini dapat dilakukan penanaman dengan 2 cara yaitu dengan menggunakan biji atau pun umbi . Penanaman dengan umbi akan menghasilkan bunga pada usia 1 tahun setelah tanam. namun jika menggunakan biji dapat berbunga lebih cepat sekitar 5 – 7 bulan .

jika bunga nya sudah mekar sempurna, bunga tersebut harus lah di potong untuk mendapat kan umbi nya, dan agar tumbuh tunas baru sehingga bunga selanjutnya segera tumbuh kembali. Menurut para peniliti yang telah meneliti bunga tulip, kalau bunga ini belum mekar sebaiknya bagian bawah kuncup bunga ini di tusuk dengan jarum, karena bunga tersebut akan mengeluarkan gas etilem yang dapat mempercepat tumbuh bunga.

Friday, July 19, 2013

Khasiat Bunga Lavender Selain Pengusir Nyamuk

Telah dipercaya puluhan tahun lamanya bila bunga Lavender memiliki khasiat untuk mengusir nyamuk, aroma wanginya tidak disukai nyamuk sehingga nyamuk enggan datang dan mendekati wilayah yang ditanami bunga lavender. Dengan Lotion lavender dipercaya semalaman anda tidak akan diganggu dengan keberadaan nyamuk jahat sehingga tidur anda pun akan nyenyak. Menanam bunga lavender di depan rumah dan mengambil bunganya kemudian meletakkan di sekitar tempat tidur merupakan cara mudah dan alami mengusir nyamuk.





Ternyata khasiat bunga lavender tidak hanya sebagai pengusir nyamuk, namun lebih dari itu bunga lavender memiliki fungsi, diantaranya :


Membasmi Ketombe
Dengan mencampur 15 tetes minyak esensial lavender dan 2 sendok makan minyak almond atau zaitun, Anda bisa mulai perawatan untuk rambut berketombe. Caranya mudah: basahkan rambut Anda dengan air hangat dan pijat hingga merata ke seluruh bagian rambut dan kulit kepala dengan bahan campuran tadi. Lalu, tutup bagian kepala dengan menggunakan shower cap, diamkan selama sejam. Setelahnya bilas rambut Anda dengan shampo.

Menyehatkan Pencernaan
Kondisi perut kembung dan pencernaan bermasalah nyatanya mampu meningkatkan produksi bakteri jahat untuk tubuh. Nah, polyphenols—salah satu antioksidan yang terdapat dalam lavender—ampuh mengurangi bakteri jahat yang ada di saluran pencernaan. Coba tambahkan lavender kering saat Anda mengonsumsi yogurt.

Membuat Tidur Nyenyak
Aroma dari lavender tak perlu diragukan lagi dapat membuat Anda relaks. Kondisi ini dikarenakan tekanan darah yang menurun saat Anda menghirup aromanya. Maka, cobalah dari sekarang untuk menaruh sekantung lavender kering dalam kain dan taruh di sebelah bantal. Infoting jamin kualitas tidur Anda akan membaik.

Mengurangi Gatal Akibat Gigitan Serangga/nyamuk
Sebelum terkena gigitan nyamuk, ada baiknya Anda menangkalnya dengan menempatkan beberapa batang bunga lavender di sudut-sudut ruang rumah. Ini dikarenakan zat linalool dan lynalyl acetate yang dikandung oleh bunga lavender tidak disukai nyamuk. Dan untuk menghilangkan rasa gatal, Anda bisa meneteskan 2 tetes minyak lavender pada area kulit yang gatal dan tunggu hingga 15 menit hingga minyaknya meresap ke kulit. Infoting jamin gatal gigitan nyamuk/semut akan hilang.

Wednesday, July 17, 2013

Cara Membuat dan Fungsi MOL Keong Mas

Keong Mas (Pomacea canaliculata) merupakan binatang sebangsan siput yang hidup diair dan mampu bertahan hidup didalam lumpur, Keong Mas adalah musuh petani pada saat padi dalam masa vegetatif (pertumbuhan batang dan daun) yakni pada umur sebelum 30HST, keong mas menyerang batang padi yang masih muda dengan cara memakannya. Serangan yang tak terkendalikan mampu menghabiskan batang batang padi dalam satu petak sawah.


Dalam perkembangan teknologi pertanian, kini keong mas bisa dijadikan salah satu pupuk organik cair (POC) karena Keong mas mengandung Asam Amino yang sangat tinggi berguna untuk penyubur daun, dengan cara menjadikannya MOL Keong mas, dengan bahan pokok keong mas diharapkan bisa menghambat atau bahkan menghilangkan perkembangbiakannya (sebelumnya pelajari juga pengertian dari MOL). adapun cara pembuatan MOL Keong mas adalah dengan cara :

Bahan baku :
  • Keong mas : 3 kg
  • Gula merah : 1 kg
  • Air cucian beras : 6 liter
Cara membuat
  • Haluskan keong mas dengan cara ditumbuk
  • Iris gula merah hingga halus dan kemudian dilarutkan dalam larutan air cucian beras
  • Setelah keong mas ditumbuk halus campurkan kedalam larutan gula merah dan air cucian beras aduk hingga merata simpan selama 15-30 hari atau lebih jika menghasilkan hasil yang baik
  • Jika berbau busuk, tambah kembali irisan gula merah
Cara penggunaan
  • Satu liter Mol keong mas dicampur dengan air biasa atau 2liter/tangki
  • Aplikasi penyemprotan pada umur padi 15HST dengan interval 2-3 kali seminggu
  • Waktu penyemprotan jam 06.00 s/d 08.30
Fungsi MOL keong mas
  • Untuk membusukan jerami dalam hubungan pembuatan kompos
  • Untuk mengusir hama keong mas 
  • Sebagai POC

Tuesday, July 16, 2013

Karangan Bunga Idul Fitri dengan corak Soft Green

Idul Fitri adalah Hari Raya Besar yang dirayakan oleh setiap muslim di dunia, untuk merayakan hari itu disetiap rumah akan disajikan berbagai menu makanan/jajanan yang lezat. Dan rasanya menu yang tersaji kurang sempurna tertata di meja bila tidak dilengkapi dengan sebuah karangan bunga meja yang indah untuk menyambut tamu dan sanak saudara yang datang. 

Bila hari valentine kesan yang ditonjolkan adalah warna merah muda (pink) maka untuk menyambut Hari Idul Fitri warna yang pas adalah warna Soft Green seperti warna janur muda yang dipakai untuk membuat ketupat. 

Dalam Rangkaian karangan bunga untuk idul fitri, kita harus berusaha membangkitkan semangat idul fitri dengan warna tersebut (softgreen). Perpaduan bunga aneka warna, daun daun hijau yang lembut dan untaian daun kelapa muda (janur kuning) memberi kesan keindahan, kesejukan, kebahagiaan dan keceriaan. 

Berikut ini adalah beberapa contoh rangkaian Karangan bunga dengan kesan soft green :


Friday, July 12, 2013

MOL atau Mikro Organisme Lokal

Produk pertanian organik yang memiliki kesan mahal membuat konsumen berkantong tipis menjerit, upaya untuk merampingkan biaya perawatan budidaya pertanian organik pun dicoba, yaitu dengan menciptakan pupuk organik yang murah, pestisida yang murah meriah. bagi kalangan petani organik istilah MOL mungkin sudah tak asing lagi, namun bagi petani biasa hal ini mungkin masih rancu, kali ini Infoting pada kategori Info Tani akan membahas tentang MOL tersebut.

MOL adalah singkatan dari Mikro Organisme Lokal, yaitu mikro organisme yang kita ciptakan sendiri melalui proses fermentasi. Setelah memiliki MOL maka selanjutnya anda bisa membuat Pupuk Kompos Organik tanpa harus membeli EM (produk mikroorganisme yang dijual di toko pertanian/toko kimia), karena yang kita ketahui EM itu mahal harganya. EM maupun MOL memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk mempercepat proses pelapukan/pembusukan sampah agar menjadi Kompos.

Tidak sebatas untuk membantu mempercepat proses pembuatan kompos, ternyata MOL juga dapat digunakan untuk membunuh serangga, mengusir keong bahkan untuk membunuh jamur. dimana fungsi itu ditentukan oleh bahan dasar dari MOL itu sendiri. MOL juga dapat kita ciptakan untuk tujuan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) yang bahan dasarnya berasal dari dedaunan berwarna hijau.

Sebagai Contoh kali ini  kami akan membagikan Cara Membuat MOL dari Tape yang berfungsi untuk membantu mempercepat proses pembuatan Pupuk Kompos Organik.

Bahan - bahan : Tape Singkong 1 ons buang tulangnya, pilih yang sudah halus dan lembut saja, Gula 5 sendok, Air 3/4 liter, Botol bekas Aqua 1.5L.

Cara membuat :
  1. Masukkan air kedalam botol aqua 1.5L kemudian di kocok sampai larut
  2. Kemudian masukkan Tape singkong yang telah dibersihkan tulangnya tadi kedalam botol dan kocok sampai rata.
  3. Diamkan larutan tadi sampai 7 hari tanpa di tutup agar fermentasi dapat berlangsung dengan baik, 1 hari sekali larutan tadi dikocok kemudian ditempatkan kembali ditempat yang sama.
  4. Setelah 7 hari MOL sudah jadi yang ditandai dengan baunya asem manis bercampur alqohol.
Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan 1 bagian mol dengan 5 bagian air atau 1:5, campuran ini dapat kita gunakan untuk menyuburkan tanah sebelum ditanam dan mempercepat proses pembuatan kompos sebagai ganti EM.

Bila ingin digunakan untuk menyiram tanaman dalam pot, perbandingan dapat ditingkatkan 1 : 10 agar larutan tidak terlalu panas, penyiraman cukuplah 3 hari sekali. Lihatlah tanaman di dalam pot anda yang akan semakin subur karena tanah mendapat asupan organisme baru yang mampu mengurai tanah dengan lebih baik sehingga tanah menjadi subur. Sebisa mungkin penyiraman jangan dikenakan batang tanaman, melainkan langsung pada tanah atau media tanamnya.
 




Friday, July 5, 2013

Budidaya Bunga Angrek

Anggrek (Orchidaceae, latin) merupakan jenis tumbuhan berbunga yang tumbuh baik di Indonesia, tanpa perawatan khusus pun Bunga Anggrek dapat tumbuh subur di hutan belantara Indonesia, apalagi bila dirawat dan dibudidayakan dengan baik? Bunga Anggrek memiliki nilai jual yang tinggi yaitu bunganya yang telah mekar, bentuk bunga yang indah dengan aneka warna keindahannya bila di rangkai dengan daun suplir atau bunga lain akan menghasilkan karya keindahan luar biasa. 

Rangkain bunga Anggrek sering dipergunakan untuk mempercantik ruangan kantor, hotel, ruang seminar maupun menyambut kedatangan tamu agung karena keindahannya mampu menghadirkan nuansa keindahan dan menyejukkan mata bila jenuh memandang monitor kerja. Atas dasar itulah, disini Infoting ingin berbagi Cara Budidaya Bunga Anggrek.

Media Tanam Bunga Anggrek
  • Pakis, cukup baik sebagai media tanam karena meiliki daya ikat air, aerasi dan drainase cukup baik. Pelapukan pada pakis berjalan secara perlahan dan mengandung unsur hara untuk pertumbuhan anggrek. Penggunaan pakis sebagai media tanam memiliki saingan dengan pembudidayaan tanaman hias lain. Selain itu penggunaan pakis juga tergantung banyaknya tanaman pakis di alan, karena tanaman pakis belum di budidayakan dan jumlahnya juga semakin berkurang.

  • Arang, karena cara pembuatanya dengan dibakar maka arang steril maka tidak ditumbuhi jamur dan bakteri. Arang kayu juga tidak mudah lapuk sehingga cocok digunakan sebagai media tanam anggrek. Selain itu arang kayu murah dan mudah didapatkan karena pembuatanya mudah. Tetapi, arang kayu memiliki kekurangan yaitu kurang mengikat air dan minim unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.

  • Sabut Kelapa, media tanam satu ini murah dan mudah didapat. Kelebihan lain dari sabut kelapa ialah mampu menyimpan air dengan baik. Namun sabut kelapa memiliki kekurangan yaitu mudah lapuk dan busuk, sehingga menjadi sumber penyakit. Jika anda ingin menggunakansabut kelapa sebagai media tanam, pilih sabut kelapa tua dan ganti sabut kelapa jika mulai lapuk.

Cara Menanam Anggrek
  • Pemilihan Bibit, bibit tanaman anggrek harus berumur satu tahun atau memiliki daun minimal sepanjang 1 cm dan memiliki dua atau tiga helai akar. Pada mulanya bibit anggrek ditanam dalam pot plastik selama tiga bulan sebelum dipindahkan ke media pembesaran. Setelah tiga bulan berikutnya bibit dapat dipindahkan ke tempat penanaman sesuai keinginan anda. Cara memindahkan bibit anggrek muda ini harus hati hati, sebisa mungkin hindari terputusnya akar atau hancurnya media tanam yang telah melekat di akar bibit bunga anggrek.
  • Penempelan Anggrek Pada Pohon, pilih pohon yang akan dijadikan tempat tumbuh (pohon hidup atau pohon mati sama saja). Selanjutnya buka pot atau plastik pembesaran bibit anggrek. Tempelkan bibit pada batang pohon dan tahan dengan sabut kelapa. Terakhir ikat dengan tali dari sabut kelapa dengan kencang.
  • Perawatan, lakukan penggantian media tumbuh setiap 6 bulan. Ketika akar tanaman menjalar jangan dipaksa untuk kembali ke posisi semula karena akan mengganggu pertumbuhan anggrek. untuk menjaga kelembaban media tanaman lakukan penyiraman setidaknya 3 hari sekali. Bunga Anggrek menyukai media yang lembab tapi tidak tergenang.
  • Pemupukan, penambahan nutrisi pada tanaman anggrek yang ditanam di pot sangat penting dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan berbunga dengan baik. Pemupukan dapat dilakukan dengan mencairkan pupuk NPK Granule dengan air 1 : 10. lakukan pemupukan seminggu sekali atau paling tidak 2 minggu sekali dengan cara menyiramnya ke media tanam bukan pada daunnya, karena pemupukan pada daun dilakukan dengan pupuk daun khusus.
  • Lakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman anggrek dengan tepat agar tanaman anggrek dapat hidup lebih lama dan mampu memproduksi bunga terus menerus.
Dengan pemilihan media tanam yang tepat dan teknik perawatan yang tepat tanaman anggrek mampu menghasilkan bunga dengan kualitas terbaik sehingga nilai jualnya pun bisa lebih tinggi. Sebagai tambahan dari kami, untuk menghindari panasnya terik matahari pada budidaya Anggrek anda bisa memberi peneduh dengan Paranet. 

Semoga apa yang Infoting bagikan kali ini untuk Info Tani bisa bermanfaat bagi temant teman yang ingin menggeluti bisnis Agrobisnis. Terima kasih atas kunjungannya, dan tunggu artikel kami lainnya tentang Aneka Budidaya Pertanian hanya di Infoting.com

Sunday, June 23, 2013

Efektivitas Lahan Pertanian

Memiliki lahan sawah yang sempit ternyata mampu menumbuhkan ide cemerlang dengan melakukan efektivitas lahan pertanian yang ada. Seakan tak ingin ada lahan yang kosong dan tersisa-sisa yang dibiarkan terbengkalai, seorang petani berasal dari Desa Tambakromo, Kec. Padas, Kab. Ngawi bernama Pak Kadi memanfaatkan tanggul (jw - galengan) untuk bercocok tanam. Tanaman apa saja yang bisa di tanam di tanggul sawah? berikut ini beliau berkisah :

Adapun tanaman yang bisa ditanam di pematang sawah/tanggul/galengan adalah tanaman yang tidak suka genangan air, diantaranya adalah :
  • Singkong
  • Kacang panjang
  • Kangkung darat
  • Ubi jalar (ketela)
  • Jagung
  • Berbagai jenis sayur dan kacang kacangan
  • Cabe
  • Terong
Foto Foto Efektivitas Lahan Pertanian



Foto diambil setelah panen padi


Kesimpulan dari apa yang dikatakan pak Kadi bahwa yang ditanam adalah tanaman palawija, karena tanaman utama yang ada di dalam petak sawah adalah Padi maka tanaman yang ditanam di pematang sawah itu hanyalah selingan. Namun bila dirawat dengan baik juga akan menghasilkan pundi pundi rupiah yang tidak dapat diremehkan.

Demikian ulasan kami tentang Efektivitas Lahan Pertanian milik Pak Kadi, semoga bermanfaat untuk rekan rekan yang memiliki lahan pertanian sempit, mungkin anda memiliki ide lain tentang efektivitas lahan pertanian silahkan disampaikan di kolom komentar.

Friday, June 21, 2013

Pupuk Organik Lebih Hemat, Panen Melimpah

Info Tani kali ini meliput pengalaman petani dari desa Tambakromo, Padas, Ngawi yang telah menggunakan pupuk organik untuk menyuburkan lahan pertanian yang umumnya ditanami padi. dalam sekali musim tanam untuk  lahan seluas +/- 5000 m persegi Pak Darmo (salah seorang petani di desa tambakromo) menuturkan paling tidak dia membutuhkan 10 sak pupuk organik yang harga per saknya hanya Rp. 20.000. 

Meskipun menggunakan pupuk organik, namun penggunaan pupuk kimia tetap digunakan seperti Urea, TSP, Sp36 yang masing masing hanya disediakan 3 sak untuk sekali musim tanam. 

Menurut pengalaman pak Darmo, sejak menggunakan pupuk organik itu, hasil dari sawahnya lebih baik, tanaman padi dan kacang tanahnya menjadi subur dan sehat. sehingga hasil yang didapatpun lebih banyak dari biasanya. Untuk sawah pak darmo yang luasnya 2500 m2 biasanya hanya mendapatkan sekitar 2 ton lebih sedikit bila hanya mengandalkan pupuk kimia, namun sejak menggunakan pupuk organik, hasil panennya meningkat 3.5 ton lebih.

Sebenarnya  petani ingin membawa pupuk kandang langsung kesawah, namun membawa pupuk kandang menjadi lebih berat, maka petani lebih suka menggunakan pupuk organik yang ada dijual di toko pupuk produksi dari PT. Petrokimia Gresik yang lebih mudah dan praktis.

Beberapa waktu yang lalu juga pernah ada perayaan panen raya di desa Tambakromo karena di desa itu hasil pertanian sangat baik, mereka yang datang antara lain adalah bupati Ngawi, perwakilan perusahaan Pupuk Organik Petrokimia Gresik.

Ditambahkan oleh Pak Darmo, bila dengan menggunakan pupuk organik biaya pemakaian pupuk kimiawi dapat dipangkas jadi bisa lebih hemat, untuk itu Pak Darmo dan teman temannya di Kelompok Tani akan terus menggunakan Pupuk Organik untuk menyuburkan tanaman padi yang ada di sawahnya.

Tuesday, June 18, 2013

Cara Budidaya Jamur Merang

Infoting.info kali ini ingin berbagi Cara Budidaya Jamur Merang, karena komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi saat ini. Hasil dari budidaya jamur merang selain dapat diolah sendiri sebagai sayur dan lauk setiap hari, berbagai metode pengolahan ternyata membuat Jamur Merang memberi sensasi dan rasa yang sangat nikmat. Menurut pantauan kami Jamur Merang dapat dimasak menjadi berbagai jenis masakan yang lezat dan nikmat, beberapa yang dapat kami sebutkan adalah Kari Jamur Merang, Tumis Jamur Merang, Jamur Merang Goreng Krispi dan berbagai olahan jamur lainnya.

Baiklah sahabat Infoting, langsung saja kita membahas bagaimana cara Budidaya Jamur Merang seperti yang pernah dilakukan oleh petani Jamur Merang di Daerah Pagu - Kediri - Jawa Timur - Indonesia.





Langkah awal yang perlu disiapkan

  • Jerami padi
  • Abu sekam padi
  • Air kapur sirih
  • Bedeng-bedeng atap dari daun kelapa atau anda bisa memasang Paranet untuk membuat lingkungan teduh dan lembab
  • Sebidang tanah yang dekat perairan
  • Bibit Jamur (Spora)

Tahap pembibitan :
  • cari jamur payung di pertanian bibit jamur merang
  • iris-iris jamur, payungnya saja lalu masukkan dalam panci siramlah air hangat supaya steril
  • aduk abu sekam, sekam mentah dan irisan jamur dicampur air bersih dengan banyak irisan 3/4 Kg. Tutup rapat pada tempat teduh selama 2-4 hari
  • setelah 2-4 hari dibuka tutupnya akan terlihat serabut benang putih seperti sarang laba-laba. Apabila tidak terlihat serabut putih berarti gagal.
  • Silahkan mengulang lagi cara ini.

Cara menanam bibit jamur :
  • Jerami padi, abu sekam, sekam padi dicampur air kapur dengan jumlah disesuaikan diaduk-aduk merata, dikomposkan dulu 3-4 hari hingga membusuk.
  • Buatlah bedengan dari kompos jerami tadi dengan cara diikat, ditumpuk melintang bersilangan 2 lapis diatas tanah ukuran 5 X 1 meter, beri alas batu bata/ batu kali tinggi 20 cm
  • Selang 2 lapis susunan merang jerami taburlah sekam segar, abu sekam di atas permukaan,
  • Taburkan bibit jamur merang secara merata ditepi permukaan bedengan, ditutup dengan sekam tipis-tipis saja. Siramlah dengan air secukupnya pergunakan gembor air.
  • Buat kondisi di dalam bedengan menjadi lembab agar jamur bisa tumbuh dengan baik

Tahap Perawatan dan Panen 
  • Bedengan disiram air bersih selama minggu pagi dan sore. setelah itu penyiraman 2 hari sekali diatur suhunya supaya konstan (bila kurang air disiram lagi/ bila lebih maka katup jendela dibuka)
  • Setelah 20 hari, jamur-jamur sudah tumbuh dan siap dipanen. Panen dapat dilakukan terus menerus sampai 3 bulan, dan anda hanya membutuhkan pembibitan baru lagi tanpa harus membuat bedeng baru.
Itulah Cara mudah Budidaya Jamur Merang, silahkan melakukan improvisasi bila terdapat kendala atau anda membutuhkan perbaikan. Dengan ketelitian dan berbagai ujicoba Budidaya Jamur Merang dipastikan akan berhasil. inti dari keberhasilan menanam jamur merang adalah kondisi bedeng yang lembab, sehingga spora jamur merang dapat tumbuh dengan baik. karena hampir semua jenis jamur akan tumbuh dengan baik bila kondisi media lembab.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Friday, June 14, 2013

Budidaya Semangka Non Biji

Semangka merupakan buah yang mengandung banyak air, memiliki vitamin yang tinggi, kalsium dan kalori yang tinggi pula, Semangka sangat nikmat bila dikonsumsi di siang hari saat udara panas Semangka mampu memberi kesegaran bagi penikmatnya. Warna Merah atau Kuning memberi kesan yang sangat menggiurkan dan ingin segera menyantapnya bagi siapa pun yang melihatnya. Hampir semua orang sangat menyukai buah semangka apalagi Semangka tanpa (non) biji. Rasa manis dan kesegarannya membuat orang akan menikmati beberapa potong sekali makan. Karena Buah Semangka di konsumsi hampir semua lapisan masyarakat sehingga kebutuhan pasar akan buah Semangka sangat tinggi pula, ini merupakan kesempatan bagi Petani untuk membudidayakan Semangka.

Budidaya Semangka memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, hampir sama dengan Budidaya Melon. Karena waktu tanam hingga panen buah semangka sangat singkat, lebih singkat daripada tanaman Padi maka ini merupakan peluang yang sangat bagus untuk Kawan Tani, sehinga perputaran ekonomi bakal lebih cepat dan menghasilkan banyak pendapatan.

Anda memiliki lahan terbengkalai yang luas mengapa tidak memanfaatkan lahan Bera itu untuk ditanami Semangka yang menjanjikan nilai ekonomi. Tentang cara menanam dan perawatannya anda tak perlu galau, karena di Internet sudah banyak teman teman Tani yang berbagi Artikel Budidaya Tanaman Semangka, Melon, Cabe, Sayuran dll. Berikut ini Infoting juga ingin berbagi Artikel Cara Budidaya Semangka Non Biji.

SYARAT TUMBUH TANAMAN SEMANGKA
Tanaman semangka memerlukan curah hujan antara 40-50 mm/bulan dengan ketinggian tempat optimal 300 mdpl. Selain itu, tanaman semangka membutuhkan intensitas sinar matahari penuh sepanjang hari tanpa naungan untuk membantu proses fotosintesis. Agar memperoleh kualitas buah yang tinggi, budidaya semangka membutuhkan suhu optimal berkisar 25-30 derajat C. Kelembaban udara yang terlalu tinggi akan mendorong perkembangan penyakit, terutama cendawan patogen.

Budidaya semangka membutuhkan tanah gembur dan subur untuk menopang pertumbuhan dan produksi optimum, seperti tanah dengan tekstur lempung berpasir serta kaya akan bahan organik. Oleh karena itu, pengolahan tanah secara intensif disertai penambahan pupuk organik dalam jumlah yang cukup merupakan faktor penting yang akan menentukan keberhasilan budidaya semangka. Jika penanaman semangka dilakukan di tanah berat, maka akan menekan laju pertumbuhan dan menyebabkan pecah buah. Air sangat dibutuhkan oleh tanaman ini karena 90% kandungan semangka terdiri dari air.

Lokasi pertanaman semangka sebaiknya bukan bekas lahan tanaman semangka atau tanaman sefamili. Minimal sudah diberakan selama 2 tahun untuk diperoleh hasil optimal.

PERSIAPAN TEKNIS BUDIDAYA SEMANGKA

Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa dilakukan dengan kertas lakmus, PH meter, atau cairan PH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.

PELAKSANAAN BUDIDAYA SEMANGKA
Persiapan Lahan Budidaya Semangka

Persiapan lahan meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, pembuatan bedengan, pemberian kapur pertanian sebanyak 1,5 ton/ha untuk pH tanah di bawah 6, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1,5 ton/ha. Kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah.

Pembuatan bedengan dilakukan dengan cara mencangkul tanah di bagian parit kemudian menaikkan tanah tersebut ke bagian atas bedengan sehingga bedengan permukaan bedengan tersebut menjadi lebih tinggi. Bedengan debuat dengan lebar 5 meter, jarak antar bedengan  60 cm serta tinggi bedengan 40-60 cm. Langkah selanjutnya, tanah di bagian tengah bedengan dibagi menjadi dua bagian lalu diangkat ke masing-masing tepi bedengan sehingga kedua tepi bedengan akan membentuk bedengan tanam dengan lebar 1 meter. Dengan sistem ini, dalam satu bedengan selebar 5 meter terdapat dua bedengan tanam selebar 1 meter. Kedua bedengan tanam tersebut dibuat miring ke arah tengah, pada titik tengah pertemuan kedua bedengan tersebut dibuat saluran air selebar 20 cm, kedalaman 10 cm.

Setelah bedengan siap, persiapan selanjutnya adalah pemasangan mulsa PHP. Mulsa PHP dipasang pada bedengan tanam yang berada di masing-masing tepi bedengan, sedangkan pada bagian yang miring ke arah tengah bedengan ditutup rapat dengan jerami untuk menekan pertumbuhan gulma. Mulsa PHP yang digunakan berukuran 120 cm, sisi berwarna perak menghadap ke atas, sedangkan sisi berwarna hitam menghadap ke tanah. Pemasangan mulsa dilakukan saat terik matahari agar mulsa PHP mudah ditarik. Setelah mulsa terpasang dilakukan pembuatan lubang tanam di bagian tepi luar bedengan dengan jarak antar tanaman 60 cm. Masing-masing bedengan tanam terdapat satu baris lubang tanam.

Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Semangka
Pada persiapan pembibitan dibutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit yang masih muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Setelah itu media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai.

Benih yang ditanam harus dipersiapkan dengan benar sehingga setelah ditanam di lahan tanaman semangka memiliki pertumbuhan optimal dan menghasilkan buah semangka berkualitas. Jumlah bibit semangka dengan persiapan lahan seperti di atas kurang lebih 8.000 tanaman/ha termasuk cadangan bibit penyulam. Kebutuhan benih kurang lebih 500-600 g. Sebelum melakukan penyemaian benih, sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ½  dari dosis terendah yang dianjurkan pada kemasan selama  6 jam, baru kemudian benih disemai pada media. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup dengan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP) dan dijaga dalam keadaan lembab.

Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai pada jam 07.00 - 09.00, dan dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah dan dilakukan setiap pagi.  Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada umur 8 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dari dosis terendah.

Bibit yang sudah memiliki 4 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke lahan. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 10.00 atau sore hari setelah jam 15.00 untuk menghindari tanaman mengalami stress tinggi akibat sengatan terik matahari. Cara penanaman dengan melepas bibit beserta medianya dari polybag semai. Lakukan dengan hati-hati agar media tidak pecah, setelah itu masukkan bibit ke dalam lubang tanam yang sudah dipersiapkan hingga leher akar tertutup tanah. Kemudian tanah di sekitar bibit dipadatkan menggunakan tangan. Usahakan posisi bibit setelah ditanam dalam keadaan tegak supaya tidak ada bagian bibit yang menyentuh mulsa. Untuk memudahkan pemeliharan, pastikan bibit dengan ukuran yang sama ditanam pada satu lokasi tertentu.

PEMELIHARAAN TANAMAN SEMANGKA

Pada budidaya semangka perawatan atau pemeliharaan tanaman harus dilakukan secara rutin semenjak setelah selesai penanaman hingga  buah semangka dipanen. Upaya pemeliharaan yang harus dilakukan antara lain penyulaman, pemangkasan dan pembentukan tajuk, sanitasi lahan dan pengairan, pemupukan susulan, pemeliharaan buah, serta pengendalian hama penyakit tanaman.

Penyulaman

Penyulaman paling lambat dilakukan pada umur 3 hari setelah tanam (HST) sampai dengan umur tanaman 10 hari. Tanaman yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam dan akan berpengaruh terhadap perawatan tanaman serta pengendalian hama penyakit.

Pemangkasan Dan Pembentukan Tajuk Tanaman Semangka
Pemangkasan merupakan  kegiatan membuang cabang yang tidak produktif untuk membentuk percabangan optimum. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan pertumbuhan tanaman, menjamin proses produksi berlangsung maksimal, menekan resiko serangan hama penyakit, serta merangsang tumbuhnya tunas-tunas produktif.

Pada umur 10-12 HST tanaman semangka mulai membentuk 5-6 helai daun sejati. Tahap ini merupakan waktu yang sangat baik untuk melakukan pemangkasan bentuk. Pemotongan titik tumbuh dilakukan dengan menggunting sekitar 2 cm bagian paling pucuk dengan gunting yang dicelup larutan fungisida. Tujuan pencelupan gunting ke dalam larutan fungisida untuk menghindari infeksi penyakit setelah pemotongan, terutama serangan cendawan. Sisa pemotongan jangan sampai berserakan di lahan karena berpotensi menjadi penular penyakit, sisa potongan tersebut harus dikumpulkan dan dimusnahkan segera setelah kegiatan pemangkasan selesai. Pemangkasan pucuk atau titik tumbuh jangan sampai terlambat karena dampaknya justru menjadi kurang produktif.

Tunas baru akan muncul 4-5 hari setelah pemotongan pucuk. Setelah tunas baru membentuk 4-5 ruas, lakukan pemilihan 3 tunas yang pertumbuhannya cepat dan seragam, untuk terus dipelihara menjadi tunas produktif.  Ketiga tunas produktif tersebut diatur membentuk huruf W dengan jarak antar cabang 15-20 cm, arahkan menjalar sesuai arah kemiringan bedengan. Tunas atau cabang yang tidak terpilih dipotong menggunakan gunting yang dicelup ke dalam larutan fungisida. Sisa potongan tunas tersebut dikumpulkan dan segera dimusnahkan.

Agar hasil fotosintesi tidak digunakan untuk membentuk tunas tidak produktif, maka seluruh cabang sekunder di bawah ruas atau daun ke-14 dipotong, sebaiknya proses pemotongan dilakukan secara periodik.

Sanitasi Lahan dan Pengairan Budidaya Semangka
Sanitasi lahan merupakan kegiatan membersihkan kebun. Pada budidaya semangka kegiatan tersebut meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, pemusnahan ranting atau cabang bekas pemangkasan tanaman, serta pencabutan dan pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama penyakit. Kegiatan sanitasi lahan pada budidaya semangka bertujuan untuk menjamin proses produksi berlangsung secara maksimal dengan menekan resiko serangan organisme pengganggu tanaman serta menekan persaingan dengan gulama untuk mendapatkan sinar matahari dan unsur hara.

Tanaman semangka pada dasarnya tidak membutuhkan air yang terlalu banyak. Walaupun demikian proses fotosintesis sangat membutuhkan air. Oleh karena itu, pemberian air yang tepat dan efisien akan menghemat biaya sekaligus menghasilkan produksi yang optimal. Pengairan atau irigasi adalah kegiatan memberi air sesuai kebutuhan tanaman di daerah perakaran tanaman dengan air yang memenuhi standar. Proses pengariran dilakukan pada waktu, cara, dan jumlah yang tepat untuk menjamin kebutuhan air bagi tanaman sehingga pertumbuhan dan proses produksinya berjalan dengan baik.

Pada saat sebelum tanam dan setelah tanam, bibit disiram cukup basah agar bibit tidak stress kekeringan dan dapat segera beradaptasi dengan kondisi di lahan. Tiga hari setelah tanam lakukan pengontrolan, jika terjadi kekeringan maka tanaman yang baru dipindah ke lahan harus sgera diairi. Hal ini perlu diperhatikan karena pada fase-fase ini akar tanaman belum tumbuh dan masih pada tahap penyesuaian dengan kondisi di lahan. Pada musim kemarau pengairan dilakukan dua hari sekali sampai menjelang berbunga, atau sekitar 21 HST. Menjelang pembungaan atau sebelum bunga mekar perlu dilakukan penggenangan lahan setiap hari agar bunga tidak gugur. Setelah memasuki proses pembungaan sebaiknya lahan tidak diairi agar pembentukan buah tidak terganggu dan buahnya tidak mudah pecah.

Pada saat buah sebesar telur ayam perlu dilakukan pengairan, hal ini bertujuan untuk menjaga kelambaban lahan agar tetap stabil dan ukuran buah bisa optimal. Setelah dilakukan seleksi buah, kelembaban lahan perlu dijaga sampai sekitar 23 hari dari bunga mekar. Fase ini merupakan fase pembentukan buah, apabila kekurangan air kulit buah akan mengeras, kemudian setelah diairi kembali buah akan banyak yang pecah dan membusuk. Setelah 24 hari semenjak pembungaan, pengairan sedikit demi sedikit harus dikurangi. Hingga 10 hari menjelang panen pengairan dihentikan agar lahan kering dengan maksud untuk memperoleh kadar gula yang tinggi dalam buah semangka, serta memudahkan panen.

Pemupukan Susulan
Tanaman semangka merupakan tanaman yang berumur pendek. Disamping itu, pertumbuhan tanaman semangka sangat cepat. Pemberian pupuk dasar pada saat persiapan lahan masih belum mencukupi untuk produksi optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberian unsur hara tambahan pada tanaman. Tujuannya untuk memenuhi nutrisi tanaman sehingga menjamin pertumbuhan tanaman secara optimal dan menghasilkan produksi dengan mutu yang memenuhi standar.

Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran. Pupuk susulan pertama diberikan pada umur 5 hst menggunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 3kg NPK 15-15-15 dan 1kg ZK dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pupuk susulan kedua diberikan pada umur 15 hst menggunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 4kg NPK 15-15-15 dan 2kg ZK dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pupuk susulan ketiga diberikan setelah seleksi buah (25-30 hst) menggunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pupuk susulan keempat diberikan 7-10 hari setelah pemupukan ketiga menggunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.

Pemeliharaan Buah Semangka

Buah yang sudah terbentuk perlu diseleksi dan dipelihara agar pertumbuhan ukurannya maksimal sesuai deskripsi pada varietas dan mencapai standar mutu yang ditetapkan oleh pasar yang akan dituju. Langkah pemeliharan buah mencakup seleksi buah dan pembalikan buah. Seleksi buah ditunjukan untuk mendapatkan buah yang pertumbuhannya paling optimum dan bentuknya sempurna. Untuk varietas semangka yang berukuran besar, sebaiknya dipilih 1 buah yang memiliki pertumbuhan paling baik. Seleksi buah dilakukan ketika buah yang terbentuk sudah berukuran sebesar telur ayam. Pilih satu diantara buah yang terbentuk pada 3 cabang. Kriteria buah yang dipilih adalah buah yang memiliki pertumbuhan paling bagus. Bila pertumbuhannya seragam, pilih dari cabang yang paling vigor. Untuk varietas yang memiliki bobot buah kecil kurang dari 2 kg, pada satu tanaman dapat dibesarkan 2-3 buah. Buah yang akan dibesarkan dipilih yang berada pada cabang yang berbeda dengan posisi ruas yang seragam, yaitu pada ruas 13-15 untuk mendapatkan buah yang seragam.

Pemotongan terhadap buah yang tidak lolos seleksi dilakukan pada saat cuaca panas setelah pukul 09.00. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari infeksi penyakit pada bekas potongan buah. Buah yang akan dibuang dipotong menggunakan gunting yang sudah terlebih dahulu direndam dalam larutan fungisida. Buah semangka hasil potongan dikumpulkan dan segera dimusnahkan.

Pembalikan buah merupakan kegiatan membalik buah agar bagian buah yang berada di bawah bertukar posisi dengan bagian buah yang berada di atas. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban yang berlebiah pada salah satu sisi buah semangka dan memberikan penyinaran berimbang pada seluruh bagian buah.

Untuk pengendalian Hama dan Penyakit Semangka hampir sama dengan penyakit dan hama yang menyerang Melon, Silahkan anda lihat diartikel kami Budidaya Melon

PANEN

Panen merupakan kegiatan memetik buah yang telah siap panen atau mencapai kematangan optimal sesuai dengan standar yang ditentukan pasar. Tujuannya adalah untuk memperoleh hasil sesuai dengan tingkat kematangan buah. Umumnya produk hortikultura merupakan produk yang cepat sekali rusak. Meskipun mutunya bagus, tetapi jika pemanenan dilakukan dengan tidak benar maka akan menurunkan kualitasnya. Penentuan saat panen didasarkan pada umur ketika terjadi penyerbukan. Panen dilakukan sekitar 27-30 hari setelah penyerbukan. Selain itu, panen juga dapat ditentukan dengan melihat ciri-ciri fisik buah sebagai berikut :
  1. Warna dan tekstur kulit buah terlihat bersih, jelas, dan mengkilap.
  2. Sulur kecil yang berada dibelakang tangkai buah telah berubah warna menjadi cokelat tua serta mengering.
  3. Bila buah diketuk dengan jari terdengar suara agak berat.
  4. Tangkai buah mengecil hingga terlihat tidak sebanding dengan ukuran buah itu sendiri.
  5. Bagian buah yang terletak di atas landasan berubah warna dari putih menjadi kuning tua.

Untuk menjaga kualitas buah yang dicapai selama masa produksi, buah yang siap panen harus segera dipetik dengan tepat. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain :
  • Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk memperoleh buah yang lebih manis dan tahan simpan. Panen pada sore hari juga dapat dilakukan asal tidak hujan atau sehabis hujan.
  • Tangkai buah dipotong sekitar 3-5 cm dari pangkal buah.
  • Buah yang selesai dipanen dikumpulkan dalam keranjang, diberi alas dan diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Indonesia memiliki lahan pertanian yang subur dengan iklim tropis menjadikan hampir semua tanaman Hortikultura seperti buah dan sayuran dapat tumbuh subur. Infoting mendukung penyebaran informasi pertanian, teknik budidaya, bisnis pertanian maupun pengolahan hasil pertanian. bagi teman teman yang membutuhkan tips atau solusi tentang pertanian bisa menyampaikan request di komentar atau kirim email ke caharselo@gmail.com

BUDIDAYA Cabe Merah dan Cabe Rawit

Cabe merupakan jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, Petani yang mampu menghasilkan Cabe terbaik akan mampu menghasilkan pundi pundi rupiah yang melimpah karena harga Cabe di Indonesia sangat kondusif cenderung selalu membaik. Musim hujan yang tidak menentu bahkan melimpah merupakan faktor utama yang mengakibatkan gagal panen pada Budidaya Cabe, Jika petani tidak cermat dalam memahami akan perubahan musim dan manajemen perawatan tanaman akibat perubahan cuaca, maka Panen Cabe yang tinggal tunggu waktu bisa saja gagal karena banyak buah yang rontok.

Agar sesama petani Cabe di Indonesia semuanya berhasil, maka Infoting - Info Tani kali ini ingin berbagi Artikel Budidaya Cabe Merah dan Cabe Rawit yang kebutuhan masyarakat akan komoditi ini terus meningkat.

SYARAT TUMBUH TANAMAN CABE
Tanah

Tanah tempat penanaman cabai harus gembur dengan kisaran pH 6,5 – 6,8.

Air
Tanaman cabai (cabe) memerlukan air cukup untuk menopang pertumbuhannya. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara, pengangkut unsur hara ke organ tanaman, pengisi cairan tanaman cabai, serta membantu proses fotosintesis dan respirasi. Tetapi pemberian air tidak boleh berlebihan.

Iklim
Angin sepoi-sepoi cocok untuk budidaya cabe. Curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kelebihan air. Intensitas sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman cabai (cabe), berkisar antara 10 – 12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai 24 derajat C -28 derajat C.

PERSIAPAN TEKNIS BUDIDAYA CABE
Pemilihan Lokasi Budidaya Cabe

Lokasi budidaya cabe sebaiknya dipilih yang strategis, transportasi mudah, dekat sumber air, jauh dari area penanaman cabai (cabe) lain/tanaman sefamili. Sejarah lahan sangat penting untuk diperhatikan, paling baik lahan tidak ditanami tanaman cabe selama minimal 2 tahun terakhir agar diperoleh hasil optimal.

Pengukuran pH Tanah Budidaya Cabe
Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.

Persiapan Sarana Prasarana Budidaya Cabe
  • Pengadaan tanah untuk media semai.
  • Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, dan kapur pertanian.
  • Pengadaan benih dan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak).
  • Pengadaan Pestisida.
  • Pengadaan ajir, bambu penjepit mulsa PHP, dan tali pertanian.
  • Pengadaan peralatan.
  • Persiapan tenaga kerja.
Persiapan Lahan Budidaya Cabe
  • Pembajakan dan penggaruan.
  • Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm, lebar parit 50-70 cm.
  • Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
  • Pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP.
  • Pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah. Rapikan bedengan.
  • Pemasangan mulsa PHP.
  • Pembuatan lubang tanam.
  • Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm x 60 cm dan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm. Tujuannya untuk menjaga kelembaban udara di sekitar pertanaman cabe.
  • Pemasangan ajir.
Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Cabe
  • Rumah atau sungkup pembibitan.
  • Pembuatan media semai. Komposisi media semai adalah 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media semai dimasukkan ke dalam polibag semai.
  • Penyemaian benih cabai (cabe).
  • Pemeliharaan bibit. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, kemudian sungkup dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan pestisida dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai). Dosis ½ dari dosis dewasa.
  • Pindah tanam. Bibit cabai (cabe) berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke lahan.

PEMELIHARAAN TANAMAN CABE
Penyulaman Budidaya Cabe

Penyulaman budidaya cabe dilakukan sampai umur tanaman 3 minggu. Apabila umur tanaman cabe sudah terlalu tua dan masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tanaman cabe tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan dan Pengikatan Tanaman Budidaya Cabe
Perempelan tunas samping. Perempelan tunas samping dilakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun. Bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman cabai (cabe) tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban saat tanaman cabe sudah dewasa. Dilakukan sampai pembentukan cabang utama, ditandai munculnya bunga pertama.

Perempelan daun. Perempelan daun dilakukan umur 80 hst (hari setelah tanam) pada daun-daun di bawah cabang utama dan daun tua/terserang penyakit.

Sanitasi Lahan Budidaya Cabe
Sanitasi lahan budidaya cabe meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, tanaman cabe terserang hama penyakit disingkirkan dari area penanaman.

Pengairan Budidaya Cabe
Pengairan budidaya cabe diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan Budidaya Cabe
Pupuk akar

Diberikan dengan cara pengocoran :
  1. Umur 15 hst dan 30 hst, dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
  2. Umur 45 hst dan 60 hst, dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
  3. Umur 75 hst, 90 hst dan 105 hst, dosis 5kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
Pupuk daun
  • Kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 14 hst dan 21 hst.
  • Kandungan Phospat, Kalium dan Mikro tinggi diberikan umur 35 hst dan 75 hst.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE

Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Cabai (Cabe)
Pengendalian hama gangsir, ulat tanah, nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.

Pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, thrips, tungau, lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).

PANEN
Cabe merah dapat dipanen pada umur 90-110 hst. Buah dipanen adalah buah 80% masak. Bila terlalu masak, buah Cabe dikwatirkan akan busuk diperjalanan/penyimpanan, namun bila cabe di panen dalam kondisi matang 80% mampu terjaga kematangannya hingga beberapa hari.

Prinsip Budidaya Cabe Merah Besar maupun Cabe Rawit (cabe kecil) sebenarnya hampir sama, namun Cabe Rawit memiliki usia yang lebih panjang dibandingkan Cabe Besar, untuk itu Jarak Tanam di lahan untuk Cabe Rawit sebaiknya dibuat lebih lebar agar tajuk daun tidak terlalu bersinggungan. Bila Tajuk daun terlalu bersinggungan maka kelembaban sekitar tanaman sulit dikendalikan dan pencegahan Hama Penyakit menjadi agak sulit.

Itulah Catatan Infoting tentang Budidaya Cabe, semoga bermanfaat untuk pengunjung setia Infoting terutama bagi anda yang ingin bertani Cabe.


Wednesday, June 12, 2013

Budidaya Melon Super

Melon merupakan buah yang mengandung banyak air sehingga dalam budidaya pun membutuhkan banyak air tapi juga membutuhkan pencahayaan sinar matahari yang tinggi. Berbanding terbaliknya suhu dimalam hari dan siang hari dapat memberi efek buah Melon akan semakin manis. Pencahayaan antara 10-12 jam per hari sangat dibutuhkan tanaman melon, sehingga melon sangat baik bila di tanam dimusim kemarau, sementara bila dimusim penghujan tanaman melon akan kelebihan air sehingga akan banyak tanaman yang terganggu dan buah akan kurang manis.

Berikut ini Infoting memiliki catatan bagaimana cara Budidaya Melon dari persiapan lahan, persiapan pembibitan, pemupukan, pemeliharaan, pencegahan hama penyakit, pengobatan organik, pengobatan kimiawi, penggunaan pupuk organik, penanganan menjelang panen secara lengkap berdasarkan tinjauan kami. 

Tanaman melon memerlukan curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan ketinggian tempat yang optimal 200-900 mdpl. Intensitas sinar matahari berkisar antara 10-12 jam per hari. Suhu optimal untuk perkecambahan berkisar 28°-30°C, untuk pertumbuhan vegetatif 20-25°C dan untuk pembungaan >25°C. Rasa melon yang manis akan tercapai apabila selisih suhu antara siang dan malam cukup tinggi. Suhu pada siang hari untuk pembesaran 26°C sehingga dapat meningkatkan fotosintesis. Sedangkan suhu malam harinya <20°C untuk menekan proses respirasi cadangan makanan. Air sangat dibutuhkan oleh tanaman ini karena 90% kandungan melon terdiri dari air. Lokasi penanaman melon sebaiknya bukan bekas lahan tanaman melon atau tanaman sefamili. Minimal sudah diberakan selama 2 tahun untuk diperoleh hasil yang optimal.

PERSIAPAN TEKNIS BUDIDAYA MELON
Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa dilakukan dengan kertas lakmus, PH meter, atau cairan PH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan dengan cara zigzag.

PELAKSANAAN BUDIDAYA MELON
Persiapan Lahan

Persiapan lahan meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, Pembuatan bedengan kasar dengan lebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, pembuatan lubang tanam dengan  jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan untuk musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm dan kemudian dilakukan pemasangan ajir. Pemasangan ajir yang dianjurkan dengan sistem ajir tegak supaya kelembaban tanaman terjaga, masing2 ajir dihubungkan dengan gelagar. Gelagar ini disamping menghubungkan ajir yang satu dengan lainnya juga berfungsi sebagai tempat penggantungan buah. Agar serangkaian ajir tersebut menjadi kuat pada ajir paling pinggir dan setiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ±  45°.

Persiapan Pembibitan dan Penanaman
Pada persiapan pembibitan dibutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit yang masih muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai. Sebelum melakukan penyemaian benih, sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ½  dari dosis terendah yang dianjurkan pada kemasan selama ± 6 jam, baru kemudian benih disemai pada media. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup dengan kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP) dan dijaga dalam keadaan lembab.
Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai pada jam 07.00 - 09.00, dan dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah dan dilakukan setiap pagi. Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid pada umur 8 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dari dosis terendah. Bibit yang sudah memiliki 4 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke lahan.

Pemeliharaan Tanaman Pada Budidaya Melon
Penyulaman

Penyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 2 minggu. Tanaman yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Dan akan berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Pengikatan dan Pemangkasan Tanaman
Tanaman melon termasuk tanaman merambat dengan pertumbuhan yang cepat, untuk itu sedini mungkin harus sudah segera diikatkan pada ajir, pengikatan dilakukan setiap jarak 40 cm.
Pemangkasan tanaman bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Agar sirkulasi udara di sekitar arel pertanaman lancar maka dianjurkan memelihara satu cabang utama. Pemangkasan cabang lateral dimulai dari ruas ke-1 sampai ke-6. Cabang lateral pada ruas ke-7 sampai ke-10 dipelihara sebagai tempat bakal buah. Bakal buah diseleksi saat ukuran buah minimal sebesar telur, dipilih 2 buah yang sempurna. Setelah dilakukan seleksi buah cabang lateral yang buahnya dipelihara dipangkas dengan menyisakan 3 helai daun diatasnya. Sedangkan cabang lateral yang buahnya tidak dipelihara, yang satu dipangkas pada ruas ke 2 dan yang satunya lagi dipelihara sebagai cadangan daun untuk mengantisipasi kekurangan daun akibat serangan hama penyakit. Pemangkasan cabang lateral dilanjutkan pada ruas ke-12 sampai ke-33. Ujung cabang utama diatas ruas ke 33 kemudian dipangkas.
Buah melon perlu diikat pada gelagar untuk membantu batang tanaman menyangga beban buah. Pengikatan dilakukan pada cabang lateral yang berhubungan dengan tangkai buah membentuk huruf T.

Sanitasi Lahan dan Pengairan
Sanitasi lahan pada budidaya melon meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, pemangkasan daun dan pencabutan tanaman yang terserang hama penyakit.
Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan
Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran pada umur 15 hst, 25 hst dan 35 hst dengan dosis 3kg NPK 15-15-15 dan 1kg ZK dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman diberikan 200ml.
Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan pada umur 7 hst dan 24 hst, sedangkan kandungan Phospat, kalium dan mikro tinggi diberikan umur 20 hst, 30 hst dan 45 hst.

Defisiensi Unsur Hara
Kalium

Tanaman melon memerlukan unsur hara kalium dalam jumlah yang sangat banyak. Unsur ini berperan dalam penyusunan protein dan karbohidrat. Selain itu pemberian unsur kalium yang cukup juga akan meningkatkan kualitas buah serta meningkatkan ketahanan tanaman baik terhadap serangan hama penyakit maupun kekeringan. Kekurangan kalium ditandai dengan gejala tepi daun menjadi kuning muda, kemudian berubah menjadi kecoklatan, akhirnya robek seolah bergerigi. Untuk mengatasi kekurangan unsur hara ini dapat dikocor KNO3, dan dapat pula dilakukan penyemprotan pupuk daun yang mengandung kalium tinggi, misalnya pupuk MKP (Mono Kalium Pospat).
Magnesium
Tanaman melon juga membutuhkan unsur magnesium dalam jumlah yang relatif banyak. Unsur ini berfungsi unsur membentuk klorofil (zat hijau daun) dan mengaktifkan enzim-enzim dalam proses metabolisme. Kekurangan unsur ini ditandai dengan klorosis diantara tulang daun, warna daun menguning, terdapat bercak merah kecoklatan sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau. Untuk mengatasi kekurangan unsur ini dapat dengan pengapuran dan penyemprotan pupuk daun yang mengandung magnesiun tinggi, misal magnesium sulfat.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Melon
Hama Tanaman Melon
Gangsir

Gangsir menyerang batang tanaman muda terutama pada tanaman yang baru saja pindah tanam. Serangannya dilakukan pada malam hari, dengan memotong batang tanaman tetapi tidak memakannya. Hama ini bersembunyi di dalam tanah dengan membuat liang pada tanah, keberadaan gangsing dapat dicirikan adanya onggokan tanah pada muka liang. Cara pengendaliannya adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Ulat Tanah

Hama jenis ini menyerang tanaman pada malam hari, sedangkan pada siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah menyerang batang tanaman yang masih muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan juga ulat pemotong. Cara pengendaliannya adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Ulat Grayak

Ulat grayak menyerang daun tanaman bersama-sama dalam jumlah yang sangat banyak, ulat ini biasanya menyerang di malam hari. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Ulat Jengkal

Gejala serangan ulat ini ditandai pada tepi daun muda terdapat bekas gigitan serangga yang makin lama makin makin ke tengah hingga tersisa tulang daunnya. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Thrips
Serangan thrips ditandai dengan adanya bercak-bercak keperakan pada daun tanaman yang terserang. Hama ini lebih suka mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun yang terserang mengeriting, akhirnya tanaman menjadi kerdil. Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Kutu Daun
Kutu daun mengisap cairan tanaman terutama pada daun yang masih muda, kotoran dari kutu ini berasa manis sehingga menggundang semut. Daun yang terserang mengalami klorosis(kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman menjadi kerdil. Pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Kutu Kebul

Hama ini berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian hama ini dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Tungau
Tungau bersembunyi di balik daun dan menghisap cairan daun. Daun yang terserang berwarna kecoklatan dan terpelintir, serta pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning. Pengendalian tungau dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida akarisida berbahan aktif  propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Kumbang Daun
Kumbang daun dinamakan juga oteng-oteng. Serangannya ditandai dengan adanya bekas gigitan serangga membentuk guratan-guratan konsentris pada daun. Selain merusak daun kumbang ini juga merusak bunga melon. Pengendaliannya dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Lalat Buah
Lalat betina dewasa menyerang buah melon dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur inilah yang akhirnya menggerogoti buah melon sehingga buah menjadi busuk. Pengendalian lalat buah dapat menggunakan perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol dimasukkan pada botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil.  Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan.

Tikus
Tikus menyerang buah melon pada malam hari, pada siang hari biasanya hama ini bersembunyi dalam sarang. Cara pengendaliannya dapat dengan memberikan umpan yang telah dicampur rodentisida, campuran ini ditaruh di depan lubang tikus yang masih aktif, ditandai dengan adanya sisa-sisa makanan baru pada lubang atau terlihat bekas dilalui tikus.  Selain itu bisa juga dengan cara, pada lubang sarang aktif diberi kabit, dan disiram dengan air kemudian lubang ditutup dengan tanah agar gas yang ditimbulkan oleh karbit tidak keluar.

Nematoda
Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan cacing tanah yang berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit yang menyerang bagian akar tanaman. Bekas gigitan cacing inilah yang akhirnya menyebabkan serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. Cara pengendalian nematoda adalah dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.

Penyakit Tanaman Melon
Rebah Semai
Rebah semai biasa menyerang tanaman melon pada fase pembibitan. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf dengan dosis ½ dari dosis terendah yang tertera pada kemasan.

Layu Bakteri
Penyakit ini sering menggagalkan tanaman, Serangannya disebabkan oleh bakteri. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin dengan dosis sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi dapat diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan, pada umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, contoh super glio, wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Layu Fusarium
Gejala yang ditimbulkan oleh layu fusarium hampir sama dengan  layu bakteri, yang membedakan hanyalah penyebabnya. Layu fusarium disebabkan oleh serangan jamur. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman yang terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida dengan dosis sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi dapat diberikan trichoderma pada saat persiapan lahan, pada umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, contoh super glio, wonderfat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.

Busuk Phytopthora
Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman. Batang yang terserang ditandai dengan bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman layu. Daun melon yang terserang seperti tersiram air panas. Buah yang terserang ditandai dengan bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram,  atau tiram.

Gummy Stem Blight
Penyakit ini bermula dari bagian bawah batang tanaman yang nampak seperti tercelup minyak, selanjutnya mengeluarkan cairan berwarna merah cokelat dan akhirnya tanaman mati. Daun yang terserang ditandai dengan bercak bundar melekuk ke dalam berwarna cokelat kehitaman lama kelamaan daun akan mengering. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, tridemorf, difenokonazol, atau tebukonazol dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

Powdery Mildew
Gejala diawali dengan bercak bulat kecil berwarna keputihan pada permukaan bagian bawah daun. Kemudian bercak akan menyatu dan berkembang ke permukaan daun bagian atas sehingga daun seperti diselimuti tepung. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

Downy Midew
Terdapat bercak berwana kuning muda pada permukaan daun yang dibatasi oleh tulang daun, sedangkan pada permukaan bagian bawahnya  terdapat massa spora yang berwarna kehitaman. Pada serangan yang parah terjadi pembusukan tulang daun yang akhirnya menyebabkan tanaman mati. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

Antraknosa
Antraknosa sering juga diistilahkan dengan nama patek. Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman yang ditandai dengan adanya bercak agak bulat berwarna cokelat muda, lalu berubah menjadi cokelat tua sampai kehitaman. Semakin lama bercak melebar dan menyatu akhirnya daun mengering. Gejala lain adalah bercak bulat memanjang berwarna kuning atau cokelat. Buah yang terserang akan nampak bercak agak bulat dan berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan akan membentuk massa spora berwarna merah jambu. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb.

Kudis (scab)
Serangan pada buah muda akan tampak bercak berwarna hijau-cokelatan melekuk ke dalam, bagian pinggirnya mengeluarkan cairan yang akan mengering seperti karet. Pada buah tua serangan penyakit ini akan membentuk kudis bergabus yang berwarna cokelat, tetapi proses pematangan buah tidak mengalami hambatan. Namun setelah dipanen, cendawan akan aktif dan buah mudah membusuk. Pada daun yang terserang akan terlihat bercak cokelat kebasah-basahan dan mengeluarkan lendir. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil, atau dimetomorf dan fungisida kontak berbahan aktif tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram.

Bercak Daun
Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri, berkembang pesat terutama pada musim hujan. Serangan ditandai dengan adanya bercak putih dan bersudut karena dibatasi tulang daun. Kemudian bercak berubah menjadi cokelat kelabu serta bagian bawah daun mengeluarkan cairan, akhirnya daun mengering. Pengendaliannya menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis sesuai pada kemasan.

Virus
Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan terutama pada musim kemarau. Gejala serangan umumnya ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang mengerdil, daun mengeriting dan terdapat bercak kuning kebasah-basahan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama pada saat pemangkasan. Beberapa upaya penanganannya virus antara lain : membersihkan gulma (karena gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman yang sudah terserang virus, kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman.

Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Melon
Pengendalian hama gangsir, ulat tanah dan nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.

Pengendalian hama ulat grayak, ulat jengkal, thrips, kutu daun, kutu kebul, tungau, kumbang daun dan lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).

PANEN
Umur panen buah melon sangat  bervariasi, yaitu antara 55-85 hst (hari setelah tanam). Faktor yang paling berpengaruh terhadap umur panen adalah genetik dan lingkungan. Buah melon dengan varietas yang berbeda akan memiliki umur panen yang berbeda pula sekalipun ditanam pada kondisi lingkungan yang sama. Dan sebaliknya, varietas melon yang sama akan memiliki umur panen yang berbeda andaikata ditanam pada kondisi lingkungan yang berbeda, terutama ketinggian tempat.

--------------------------------------------------------------
Itulah cara Budidaya Melon Super yang dapat kami bagikan di web blog www.infoting.info, semoga bisa menjadi informasi yang berguna bagi teman teman Infoting yang sedang menggeluti dunia pertanian, buat teman teman yang ada di Dusun Selompak, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi dan seluruh pengunjung Infoting dimana pun anda berada.

Dalam catatan kami, Kabupaten Ngawi, Nganjuk, Bojonegoro merupakan daerah penghasil melon terbaik di Jawa Timur. Dari daerah tersebut para pengepul selalu menanti musim panen dan membawanya ke Kota, baik itu Ke Bali, Surabaya maupun Jakarta. Bahkan di Jakarta ada pedagang buah yang mempromosikan dagangannya dengan menyebut Melon Super Ngawi.

Selamat Bertani, Petani Makmur, Makmurlah negeri kita...