Friday, June 14, 2013

BUDIDAYA Cabe Merah dan Cabe Rawit

Cabe merupakan jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi, Petani yang mampu menghasilkan Cabe terbaik akan mampu menghasilkan pundi pundi rupiah yang melimpah karena harga Cabe di Indonesia sangat kondusif cenderung selalu membaik. Musim hujan yang tidak menentu bahkan melimpah merupakan faktor utama yang mengakibatkan gagal panen pada Budidaya Cabe, Jika petani tidak cermat dalam memahami akan perubahan musim dan manajemen perawatan tanaman akibat perubahan cuaca, maka Panen Cabe yang tinggal tunggu waktu bisa saja gagal karena banyak buah yang rontok.

Agar sesama petani Cabe di Indonesia semuanya berhasil, maka Infoting - Info Tani kali ini ingin berbagi Artikel Budidaya Cabe Merah dan Cabe Rawit yang kebutuhan masyarakat akan komoditi ini terus meningkat.

SYARAT TUMBUH TANAMAN CABE
Tanah

Tanah tempat penanaman cabai harus gembur dengan kisaran pH 6,5 – 6,8.

Air
Tanaman cabai (cabe) memerlukan air cukup untuk menopang pertumbuhannya. Air berfungsi sebagai pelarut unsur hara, pengangkut unsur hara ke organ tanaman, pengisi cairan tanaman cabai, serta membantu proses fotosintesis dan respirasi. Tetapi pemberian air tidak boleh berlebihan.

Iklim
Angin sepoi-sepoi cocok untuk budidaya cabe. Curah hujan tinggi berpengaruh terhadap kelebihan air. Intensitas sinar matahari sangat dibutuhkan tanaman cabai (cabe), berkisar antara 10 – 12 jam per hari. Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai 24 derajat C -28 derajat C.

PERSIAPAN TEKNIS BUDIDAYA CABE
Pemilihan Lokasi Budidaya Cabe

Lokasi budidaya cabe sebaiknya dipilih yang strategis, transportasi mudah, dekat sumber air, jauh dari area penanaman cabai (cabe) lain/tanaman sefamili. Sejarah lahan sangat penting untuk diperhatikan, paling baik lahan tidak ditanami tanaman cabe selama minimal 2 tahun terakhir agar diperoleh hasil optimal.

Pengukuran pH Tanah Budidaya Cabe
Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.

Persiapan Sarana Prasarana Budidaya Cabe
  • Pengadaan tanah untuk media semai.
  • Pengadaan pupuk kandang, pupuk kimia, dan kapur pertanian.
  • Pengadaan benih dan mulsa PHP (Plastik Hitam Perak).
  • Pengadaan Pestisida.
  • Pengadaan ajir, bambu penjepit mulsa PHP, dan tali pertanian.
  • Pengadaan peralatan.
  • Persiapan tenaga kerja.
Persiapan Lahan Budidaya Cabe
  • Pembajakan dan penggaruan.
  • Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm, lebar parit 50-70 cm.
  • Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
  • Pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP.
  • Pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah. Rapikan bedengan.
  • Pemasangan mulsa PHP.
  • Pembuatan lubang tanam.
  • Jarak tanam ideal musim kemarau 60 cm x 60 cm dan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm. Tujuannya untuk menjaga kelembaban udara di sekitar pertanaman cabe.
  • Pemasangan ajir.
Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Cabe
  • Rumah atau sungkup pembibitan.
  • Pembuatan media semai. Komposisi media semai adalah 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media semai dimasukkan ke dalam polibag semai.
  • Penyemaian benih cabai (cabe).
  • Pemeliharaan bibit. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00 - 09.00, kemudian sungkup dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan pestisida dilakukan pada umur 15 hss (hari setelah semai). Dosis ½ dari dosis dewasa.
  • Pindah tanam. Bibit cabai (cabe) berdaun sejati 4 helai siap pindah tanam ke lahan.

PEMELIHARAAN TANAMAN CABE
Penyulaman Budidaya Cabe

Penyulaman budidaya cabe dilakukan sampai umur tanaman 3 minggu. Apabila umur tanaman cabe sudah terlalu tua dan masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tanaman cabe tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan dan Pengikatan Tanaman Budidaya Cabe
Perempelan tunas samping. Perempelan tunas samping dilakukan pada tunas yang keluar di ketiak daun. Bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman cabai (cabe) tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban saat tanaman cabe sudah dewasa. Dilakukan sampai pembentukan cabang utama, ditandai munculnya bunga pertama.

Perempelan daun. Perempelan daun dilakukan umur 80 hst (hari setelah tanam) pada daun-daun di bawah cabang utama dan daun tua/terserang penyakit.

Sanitasi Lahan Budidaya Cabe
Sanitasi lahan budidaya cabe meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, tanaman cabe terserang hama penyakit disingkirkan dari area penanaman.

Pengairan Budidaya Cabe
Pengairan budidaya cabe diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan Budidaya Cabe
Pupuk akar

Diberikan dengan cara pengocoran :
  1. Umur 15 hst dan 30 hst, dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
  2. Umur 45 hst dan 60 hst, dosis 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
  3. Umur 75 hst, 90 hst dan 105 hst, dosis 5kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman cabai (cabe) 200ml.
Pupuk daun
  • Kandungan Nitrogen tinggi diberikan umur 14 hst dan 21 hst.
  • Kandungan Phospat, Kalium dan Mikro tinggi diberikan umur 35 hst dan 75 hst.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABE

Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Cabai (Cabe)
Pengendalian hama gangsir, ulat tanah, nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.

Pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, thrips, tungau, lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).

PANEN
Cabe merah dapat dipanen pada umur 90-110 hst. Buah dipanen adalah buah 80% masak. Bila terlalu masak, buah Cabe dikwatirkan akan busuk diperjalanan/penyimpanan, namun bila cabe di panen dalam kondisi matang 80% mampu terjaga kematangannya hingga beberapa hari.

Prinsip Budidaya Cabe Merah Besar maupun Cabe Rawit (cabe kecil) sebenarnya hampir sama, namun Cabe Rawit memiliki usia yang lebih panjang dibandingkan Cabe Besar, untuk itu Jarak Tanam di lahan untuk Cabe Rawit sebaiknya dibuat lebih lebar agar tajuk daun tidak terlalu bersinggungan. Bila Tajuk daun terlalu bersinggungan maka kelembaban sekitar tanaman sulit dikendalikan dan pencegahan Hama Penyakit menjadi agak sulit.

Itulah Catatan Infoting tentang Budidaya Cabe, semoga bermanfaat untuk pengunjung setia Infoting terutama bagi anda yang ingin bertani Cabe.


Reaksi:

1 comment:

  1. Bagus bro,bagus banget,.sy udh coba dan 85 persen dr tulisan nya cukup ampuh,
    Tp sy tanamnya cbrawt bhaskara yg umurnya 60-65 hr bs di panen,jd pupuk akar/susulanya cm 2 kali aja, n masalah hama nya sy basmi pake obat made in tangan aja,semisal jeruk nipis,bawang putih,mamalemon,dll deh dan alhamdulillah ampuh

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...