
Pada masa pemerintahan orde baru Barongsai Indonesia terbungkam oleh suhu politik yang membungkam kaum tiong hoa. pada masa perubahan politik yaitu sekitar tahun 1998 Barongsai Indonesia kembali berjaya dan berkembang pesat hingga kini. Pada zaman pemerintahan Soeharto, barongsai sempat tidak diijinkan untuk dimainkan. Satu-satunya tempat di Indonesia yang bisa menampilkan barongsai secara besar-besaran adalah di kota Semarang, tepatnya di panggung besar kelenteng Sam Poo Kong atau dikenal juga dengan Kelenteng Gedong Batu. Setiap tahun, pada tanggal 29-30 bulan enam menurut penanggalan Tiong Hoa (Imlek), barongsai dari keenam perguruan di Semarang, dipentaskan. Keenam perguruan tersebut adalah:
- Sam Poo Tong, dengan seragam putih-jingga-hitam (kaos-sabuk-celana), sebagai tuan rumah
- Hoo Hap Hwee dengan seragam putih-hitam
- Djien Gie Tong (Budi Luhur) dengan seragam kuning-merah-hitam
- Djien Ho Tong (Dharma Hangga Taruna) dengan seragam putih-hijau
- Hauw Gie Hwee dengan seragam hijau-kuning-hijau kemudian digantikan Dharma Asih dengan seragam merah-kuning=merah
- Porsigab (Persatuan Olah Raga Silat Gabungan) dengan seragam biru-kuning-biru
itulah sekilas tentang barongsai indonesia dan kini tampil di kompetisi dunia yang sering pula mendapatkan medali kehormatan. untuk informasi lebih lanjut tentang Barongsai anda bisa lihat sejarahnya di http://id.wikipedia.org/wiki/Barongsai disanalah sumber berita ini berasal. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih atas kunjungan anda.
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...