Friday, May 24, 2013

Disaat Aku Tua | Renungan Bagi Seorang Anak

Di Zaman yang sudah tua ini, sangat banyak anak yang tak ingat lagi dengan jasa jasa orang tua kita (ibu dan ayah) yang tidak ternilai besarnya dan kita pun tak mungkin dapat membalas kebaikan mereka berdua. Sudah berapa banyak berita di televisi yang menyampaikan berita bila telah terjadi pembunuhan dengan kejam dan pelakunya adalah puteranya sendiri. Miris rasanya kita mendengar berita itu... untuk itu mari kita merenung sejenak dengan membaca tulisan ini dengan penuh perasaan dan meresapi setiap kata yang tertuang. 


Disaat Aku Tua - Renungan Bagi seorang Anak

Disaat aku tua, aku bukan lagi yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku

Disaat aku menumpahkan kuah sayuran dibajuku,
Disaat aku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu,
Membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat aku dengan kondisi pikun dan mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku, 
seperti dimasa kecilmu dulu aku  harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah aku ceritakan ribuan kali, hingga dirimu tertidur.

Disaat aku membutuhkanmu untuk memandikanmu,
Janganlah menyalahkanku. Ingatlah dimasa kecilmu,
Bagaimana aku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat aku kebingungan menghadapi hal hal baru dan teknologi modern,
Jangalah menertawaiku, 
Renungkahlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap pertanyaan "Mengapa" yang engkau ajukan berulang ulang saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku,
Seperti dimasa kecilmu aku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat aku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya,
Sebenarnya...
Topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
Asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku,
Aku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah aku,
Seperti aku terhadapmu
Disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu aku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
kini temanilah aku hingga akhir jalan hidupku
Berilah aku cinta kasih dan kesabaranmu,
aku akan menerimanya dengan senyum penuh syukur.
Di dalam senyumku ini , tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

--------------------------------------------------------------------------
Walaupun seseorang telah melakukan beribu-ribu kebajikan, tetapi tidak melakukan bakti kepada ibu dan ayah, kebajikannya hanyalah sia-sia belaka.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...