Sunday, April 3, 2011

Cah Angon Merana karena Harga Sapi Turun

Cah Angon Merana Karena Harga Sapi Turun - Cah angon manusia biasa dia juga manusia yang patut dihargai meski pekerjaannya hanya menggembala ternak, memelihara ternak dan semua yang berhubungan dengan ternak. betapa Cah Angon Merana karena sapi lokal sudah dua tahun lebih ini harganya terus merosot, sistem bagi hasil pun tidak bisa menyelesaikan masalah bahkan menimbulkan masalah karena semua pemelihara sapi sekarang mengembalikan semua sapinya ke pemilik modal. Menurunnya harga sapi diakibatkan sapi lokal kalah bersaing dengan produk import, Kemudahan import sapi dari luar negeri sangat menguntungkan bagi mereka pengusaha yang memiliki channel EX-IM dan tentu saja berkantong besar. ada yang mengimpor sapi dalam bentuk anakan kemudian dibesarkan di Indonesia, ada pula yang mengimport dalam bentuk daging yang sudah dibekukan dan di pack.

Cah Angon semakin merana, disamping harga sapi yang terus turun juga karena pakan disekitar peternakan juga mulai menipis, sehingga bisa dikatakan harga sapi murah tetapi pakan sapi menjadi mahal. Rakyat kecil berharap agar harga sapi kembali bisa naik. betapa tidak tambah merana, sapi yang telah dipelihara kemudian dibesarkan sudah besar dan gemuk harganya kok tetap sama dengan waktu pembelian bahkan ada yang semakin rugi.

Informasi harga sapi turun ini dihimpun dari karisidenan sekitar madiun, kediri dan bojonegoro. akibat harga sapi turun tahun-tahun ini cah angon merana dan beberapa kebutuhan yang sebelumnya ingin dibeli dengan penjualan sapi kini jadi tertunda atau dibatalkan.

Merana sekali nasib peternakan di negeri ini, bagaimana bisa meraih bintang atau cita cita bila keadaan terus begini apa mungkin cah angon akan naik daun dengan cara cah angon turun gunung. jawabnya Hanya Tuhan yang Tau...

Reaksi:

3 comments:

  1. Ya sing sabar mas, mungkin petinggi negeri ini tidak bisa melihat gimana keluh kesah wong cilik yang mengandalkan sapi untuk sampingan utama penunjang kebutuhan sehari-hari, mungkin beliau beliau lebih memetingkan ekxportir sapi yang banyak duit, ....gimana mau swasembada daging 2013 kalau wong cilik merugi karena sapinya dijual tidak laku, sedangkan biaya pakan tetap, bahkan naik....sabar ...sabar...

    ReplyDelete
  2. Lha sing pengusaha importir sapi kuwi nyogok pjabat/dpr ben aturane negoro sing disahke bareng dpr iku sing nguntungke deweke koqLha sing pengusaha importir sapi kuwi nyogok pjabat/dpr ben aturane negoro sing disahke bareng dpr iku sing nguntungke deweke koq

    ReplyDelete
  3. Mas mas benar sekali... itulah negeri ini kalo punya duit peraturan bisa dibeli. Sehingga tidak heran ganti pimpinan ganti aturan karena beda kepentingan.

    Huuuh Capek Deh

    ReplyDelete

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...