Monday, July 4, 2011

Yingluck, Perdana Menteri Wanita Pertama Thailand


Yingluck, Perdana Menteri Wanita Pertama Thailand - Dalam perhitungan sementara hari minggu 3 Juli 2011, Yingluck Shinawatra telah memimpin klasemen pemilihan sehingga hampir dipastikan Thailand akan segera dipimpin seorang perdana menteri wanita untuk pertama kalinya.
Perdana menteri Thailand Abhisit Vejjajiva hari minggu mengakui kalah dalam pemilihan umum, yang dimenangkan oleh partai oposisi yang dipimpin adik perempuan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang terguling.

Vejjajiva menyampaikan ucapan selamat kepada Yingluck Shinawatra, pemimpin partai Pheu Thai, yang dipastikan memenangkan pemilu parlemen Thailand. Partai Pheu Thai mendapat mayoritas mutlak di parlemen, mengalahkan partai Demokrat pimpinan Vejjajiva.

Hasil penghitungan suara menunjukkan partai oposisi itu mendapat 260 dari 500 kursi DPR. Thailand mengalami perpecahan politik sejak tentara menggulingkan Thaksin tahun 2006.

Ini adalah pemilihan umum pertama sejak aksi-aksi protes dilancarkan oleh pendukung Thaksin tahun lalu, yang mengakibatkan jatuhnya korban 90 orang tewas.

Dengan hasil pemilu ini, Yingluck Shinawatra akan menjadi perdana menteri Thailand perempuan yang pertama, tapi ia juga dianggap banyak orang sebagai pengganti kakaknya, bekas perdana menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan tentara.

Yingluck, yang berusia 44 tahun belum pernah menjadi pejabat pemerintah. Ia adalah seorang pebisnis yang sukses. Tapi seperti kakaknya, ia populer di antara rakyat Thailand.

Thaksin Shinawatra sekarang tinggal di Dubai untuk menghindari hukuman penjara dua tahun atas tuduhan korupsi. Kata Thaksin, tuduhan korupsi itu bermotif politik. Thaksin di masa lalu sering menyebut adiknya itu sebagai foto-kopinya, karena sifat dan pandangan hidupnya yang sangat mirip.

Yingluck telah berjanji akan menjalankan kebijakan kakaknya untuk membantu rakyat miskin dan menjembatani jurang perbedaan pendapat yang terdapat di Thailand setelah Thaksin digulingkan dalam kudeta tahun 2006.

Ia juga dilaporkan akan berusaha memberi amnesti kepada orang-orang yang dituduh melakukan kejahatan politik, yang akan memungkinkan kembalinya Thaksin ke Thailand.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...