Sunday, April 20, 2014

Keunikan Burung Rambatan

Burung Rambatan merupakan salah satu burung yang  unik, karena sifatnya yang suka berjalan merambat di kayu maupun di tepian sangkar sehingga burung ini disebut burung rambatan.

Sekilas
Burung Rambatan atau Munguk Beledu memiliki nama latin Sitta frontalis, adalah burung yang habitatnya tersebar sampai ketinggian 1.500 di permukaan air laut. Burung ini memiliki suara yang sangat tajam sekali. Sangat cocok untuk dijadikan master burung lain, dan bukan tidak mungkin suaranya akan menjadi andalan di arena perlombaan.
Habitat
Burung Rambatan ini banyak ditemukan di area perkebunan,perbukitan,rawa dan hutan-hutan rendah lainya dan tersebar di negara Asia Tenggara,Sunda besar,Filipina,India,Semenanjung Malaysia dan di Indonesia Sendiri banyak tersebar di pulai Klaimantan,Sumatera dan Jawa.
Perbedaan Jantan dan Betina
Burung  jantan dan betina dapat dilihat pada warna bulu yang melingkar pada bagia mata, apabila jantan akan memiliki warna lingkar mata yang jelas kalau Beledu betina warna samar. Dan pada burung Jantan memiliki Garis hitam tepat di atas kedua matanya, sedangkan betina tidak.
 
 Makanan
Pakan utama berupa voer halus, yang dicampur dengan kroto, ulat hongkong, ulat kandang, dan jangkrik kecil (sudah dipotong kakinya). Anda jangan khawatir dengan setelan EF, karena rambatan bukan untuk dilombakan, melainkan sekadar dijadikan burung isian saja. Yang penting, pemberian ulat hongkong jangan terlalu berlebihan. Jadi berikan secukupnya saja. Misalnya 1 sendok makan voer halus dicampur dengan beberapa EF tersebut dalam takaran secukupnya pula. Porsi ini diberikan pagi hari. Sore hari, pakan yang tersisa dibuang, diganti pakan baru dengan porsi yang sama seperti pagi hari.
Perawatan
Perawatan burung Rambatan relatif mudah. Bahkan dengan perawatan minimalis sekalipun, Anda mampu memperoleh hiburan berupa kualitas suara yang maksimalis: gacor, dengan speed cepat dan rapat. Sangkar yang digunakan berbentuk bulat seperti yang biasa digunakan untuk lovebird, berjeruji rapat, halus, namun kuat. Sebab burung Rambatan akan sering merambat di jeruji sangkar. Beberapa sobat kicaumania juga menyediakan batang kayu yang diletakkan dalam posisi berdiri (vertikal), dengan kemiringan tertentu, misalnya 75-85 derajat, agar burung Rambatan berkesempatan memanjatnya. Tetapi ini tidak mutlak. Untuk perawatan harian adalah sebagai berikut :
 
1.Mandi dapat dilakukan dua hari sekali.
2.Penjemuran cukup 1 jam, karena rambatan sebenarnya lebih menyukai lingkungan yang tidak terlalu panas.
3.Pengerodongan sangkar hanya dilakukan setelah pukul 16.30 sampai pagi hari.
4.Agar burung Rambatan rajin bunyi, dekatkan sangkar jantan dan sangkar betina
 
Itulah seluk beluk dan keunikan dari burung Rambatan semoga semakin menambah ilmu kita tentang wawasan burung berkicau dan burung hias.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan Berkomentar, Terkait Artikel ini...